Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sosis Lele Made Sanjaya Masuk Hotel Bintang Lima

denpasar

Sabtu, 30 November 2013, 08:49 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Selain endek patra, aneka kuliner berbahan dasar lele juga akan menjadi produk unggulan kreatif  dan inovatif dalam ajang Denpasar Festival (Denfest) ke-6 yang digelar pada 28-31 Desember 2013.

Adapun kuliner kreatif dan inovatif berbahan dasar lele yang dipernalkal dalam event Denpasar Festival dengan tema Kotaku Rumahku 'Creative Emotion' yaitu bakso, nugget, sosis dan kerupuk.

Di tangan kreatif I Made Sanjaya, ikan lele yang selama kurang dilirik masyarakat luas itu bisa dibuat berbagai kudapan yang yang dijamin menggugah selera pecinta kuliner.

Alasan Sanjaya memakai daging lele untuk bahan baku olahan dan dikemas untuk dipasarkan karena kandungan gizi yang ada di dalam daging lele yang sangat bagus untuk kesehatan.
"Ikan lele memiliki omega 3 yang tinggi sehingga baik bagi pengembangan otak terutama untuk anak-anak. Kelebihan lain ikan lele yakni kolesterol rendah, tulangnya mengandung zat pospor untuk menjaga kerapuhan tulang, dan anti oksidan," ujar Sanjaya ketika ditemui UD Sedana Boga di jalan Raya Sesetan, Denpasar Barat.   

Sebelum membuka usaha kuliner olahan berbahan lele, Sanjaya mengungkapkan bahwa pada pertengahan tahun 2011 silam ia mendapat tawaran dari kelompok budi daya lele Minadi Lestari untuk mengolah hasil panen yang berlimpah. "Akibat kelebihan produksi itulah saya mencoba mengembangkan produk olahan berbahan dasar daging ikan lele. Produk olahan yang pertama kali yang saya buat adalah, sosis dan bakso," jelasnya.

Meski merupakan produk olahan baru, namun Sanjaya mengaku respons masyarakat terhadap produknya sangat bagus, sehingga setiap bulan produksi olahan lele miliknya terus mengalami peningkatan. "Awalnya hanya memproduksi beberapa kilo aneka macam olahan berbahan lele, namun tingginya permintaan sehingga kini saya mampu mengolah lele hingga puluhan kilogram," imbuhnya.

Selain produksinya yang terus mengalami peningkatan, disebutkan Sanjaya juga memaparkan bahwa pemasaran produk olahan lelenya berkembang ke seluruh kabupaten di Bali. "Saat ini kami melalui kelompok pengolahan hasil budi daya ikan lele kini mampu menjadi pemasok produk olahan berbahan ikan lele ke seluruh kabupaten di Bali," paparnya.

Selain memasok produknya kepada masyarakat lokal melalui pedagang makanan ataupun toko-toko kecil, produk olahan lele miliknya kini juga telah merambah ke restoran dan hotel berbintang yang ada di kawasan pariwisata Kuta dan Ubud.

"Banyak chef dari berbagai restoran dan hotel ingin dipasok berbagai olahan lele yang saya buat. Bahkan chef Juna yang saat ini tenar pernah memborong olahan lele yang saya buat. Katanya enak dan dari baunya dia bisa mencium bahwa olahan saya tanpa bahan pengawet jadi aman dikonsumsi," terangnya.

Bagi Sanjaya, selain ingin memberikan kontribusi kepada daerahnya, melalui usaha pengolahan ikan lele ia ingin menciptakan lapangan pekerjaan bagi para tenaga kerja yang ada di lingkungan tempat tinggalnya. "Selain menciptakan lapangan kerja, saya juga ingin ikut membantu pemerintah untuk mengkampanyekan budaya gemar makan ikan," selorohnya.

Sanjaya optimis, meski produknya tahun depan baru mendapat ijin dari BPOM dan lebel halal dari MUI, ia berkeyakinan produk olahan lele yang dikemas dengan nama Kharisma ini mampu bersaing dan tidak kalah dengan produk asing maupun produk ternama di tanah air. [dws]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami