Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Suhu Dingin, Ditemukan Bongkahan Es di Tenda Pendaki
BERITABALI.COM, NTB.
Tenda pendaki di Bukit Savana Propok, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, NTB beku dibalut bongkahan es. Fenomena tersebut dirasakan oleh para pendaki, tendanya sempat tidak bisa dibuka.
Para pendaki menemukan embun di bagian tenda mereka membeku jadi es.
"Kami tidak bisa cek suhu karena tidak ada sinyal di atas. Tapi, yang jelas tenda kami beku. Dan ada bongkahan es di depan dan belakang tenda," ujar Dimas, pendaki asal Desa Loang Make, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah, Senin (25/7).
Malam itu, Dimas yang berangkat bersama lima orang rekannya, mengaku sulit tidur karena suhu terlalu dingin.
Semakin mendekati puncak musim kemarau, suhu udara di NTB saat ini semakin dingin dari sebelumnya terlebih pada malam hari. Kondisi ini semakin terasa Senin (25/7) pagi, suhu udara di Kota Mataram mencapai 17 derajat celsius, jauh di bawah suhu terendah biasanya yang berada di atas 20 derajat celsius.
Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi (Staklim) Lombok Barat, suhu udara rata-rata di NTB pada Senin (25/7) mencapai 16,6 derajat celcius. Suhu udara ini tercatat sebagai suhu rata-rata terendah selama tahun 2022.
Prakirawan BMKG Staklim Lombok Barat, Nindya Kirana mengatakan, penyebabnya masih sama dengan suhu dingin beberapa minggu belakangan ini yakni angin monsoon Australia yang membawa udara kering bersifat dingin berhembus menuju Asia.
Dinginnya udara tersebut dikarenakan saat ini Australia sedang memasuki musim dingin atau winter season.
“Saat musim puncak kemarau di NTB sekitar Juni dan Agustus, sedang aktif monsoon Australia atau angin timuran. Karena tekanan udara di Australia lebih tinggi dari Asia, sehingga angin bertiup dari Australia ke Asia melewati Indonesia,” jelas Nindya Kirana.
Selain itu, juga disebabkan tutupan awan yang mulai sedikit saat musim kemarau. Saat siang hari, matahari akan terasa terik dan menyengat karena sedikitnya tutupan awan. Karena pada saat itu gelombang pendek yang terpancar dari matahari akan terserap sempurna oleh permukaan bumi.
Baca juga:
Bule Inggris Jadi Korban Begal di Lombok
Namun saat tiba malam hari yang cerah dan tidak terdapat tutupan awan, gelombang panjang akan terpancarkan seluruhnya ke angkasa tanpa adanya pantulan kembali oleh awan, sehingga suhu akan terasa lebih dingin dari biasanya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6039 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2365 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan