Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Suhu Politik Bali Memanas, Sebuah Baliho PAS Dibakar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Suhu politik jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Bali tampaknya mulai memanas. Sebuah baliho bergambar bakal pasangan Calon Gubernur Bali, Anak Agung Ngurah Puspayoga dan Dewa Nyoman Sukrawan (PAS), di Jalan Drupadi, Renon, Denpasar, dibakar orang tak dikenal.
Nekatnya, pengerusakan dan pembakaran baliho berukuran sedang Paket PAS itu berlokasi tak jauh dari Kantor Panwaslu Bali. Insiden itu menurut seorang warga terjadi sekitar pukul 19.30 Wita pada Minggu, 17 Februari 2013 kemarin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa warga, pembakaran baliho pasangan cagub cawagub PDI Perjuangan itu berlangsung sangat cepat. Bahkan awalnya terlihat ada kobaran api kecil, namun warga takut mendekat karena khawatir dianggap pelaku pembakaran.
"Iya kami sudah terima laporan, ada baliho bergambar pasangan cagub cawagub PDI Perjuangan dibakar," ujar anggota pemenangan Tim Advokasi PDIP Bali untuk PAS, Nyoman Sudiantara, di Denpasar Senin (18/2/2013).
Punglik nama panggilan Sudiantara meminta seluruh kader dan simpatisan partai tidak terpancing maupun terprovokasi atas kejadian itu. Menurut Punglik, peristiwa itu masih dikaji dan dianalisa oleh tim advokad PAS. Dan jika nantinya ditemukan adanya bukti awal yang cukup dari aspek yuridis dan hukum maka pihaknya akan melakukan proses hukum.
Ditanya motif peristiwa itu, Punglik mengaku hingga kini belum mengetahui motif di balik pembakaran baliho bergambar Paket PAS yang akan bertarung pada Pemilihan Gubernur Bali 15 Mei 2013. "Kita belum tahu motifnya apa. Kami masih menyelidiki dan menghimpun keterangan serta bukti-bukti atas insiden itu," imbuh Punglik.
Meski menyesalkan insiden tersebut, namun punglik mengaku akan tetap berhati-hati menyikapinya dengan tetap berpijak pada koridor hukum. Peristiwa ini bagi pengacara kondang di Bali ini sekaligus jadi ajang pendidikan politik terhadap kader PDIP, untuk tetap bisa mengimplementasikan sikap bahwa hukum adalah landasan atau menjadi panglima perang. "Biar kami tidak rugi, karena dikatakan negara hukum, tetapi kita kemudian tidak patuh pada hukumnya," imbuh Punglik.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8115 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5669 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3545 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2396 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan