Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sukmawati Pentaskan Raga Budaya di Buleleng, Padukan Seni dan Olahraga

Rabu, 3 Juni 2026, 15:08 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Sukmawati Pentaskan Raga Budaya di Buleleng, Padukan Seni dan Olahraga.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Taman Bung Karno di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, akan menjadi panggung pertunjukan seni bertajuk Raga Budaya pada Sabtu (6/6). 

Pagelaran yang merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno ini menghadirkan konsep berbeda dengan memadukan seni tari kontemporer, sejarah perjuangan bangsa, dan unsur olahraga dalam satu pertunjukan.

Kegiatan tersebut digagas oleh Sukmawati Soekarnoputri, putri ketiga Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno. Pementasan tahun ini menjadi kali ketiga Raga Budaya digelar di Buleleng dengan melibatkan puluhan seniman dan seniwati lokal.

Saat ditemui pada Selasa (2/6) malam, Sukmawati mengaku bangga dapat kembali berkolaborasi dengan para pelaku seni di Buleleng yang dinilainya memiliki semangat berkarya yang tinggi.

"Saya sangat bangga dengan seniman dan seniwati Buleleng yang terus berkarya. Ini sudah ketiga kalinya dipentaskan, mudah-mudahan tahun depan bisa berlanjut lagi," ujar Sukmawati.

Menurutnya, ide pertunjukan tersebut lahir dari perjalanan napak tilas sejarah yang pernah dilakukannya di Buleleng, khususnya terkait perjuangan rakyat Bali dalam Perang Jagaraga melawan kolonial Belanda.

Dari perjalanan sejarah itu, Sukmawati melihat semangat perjuangan dan nilai-nilai kemerdekaan yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda. Nilai tersebut kemudian dituangkan dalam sebuah karya seni yang menggabungkan unsur budaya, sejarah, dan olahraga.

Konsep Raga Budaya tidak hanya menampilkan tarian kontemporer, tetapi juga memasukkan unsur olahraga pencak silat ke dalam koreografi pertunjukan. Menurut Sukmawati, seni dan olahraga memiliki keterkaitan yang erat karena sama-sama mengolah tubuh dan membangun karakter.

"Saya melihat seni dan olahraga memiliki kesamaan, sama-sama mengolah raga. Bangsa yang maju tidak hanya berkesenian, tetapi juga harus memiliki generasi yang sehat dan kuat melalui olahraga," jelasnya.

Pementasan ini akan dikemas dalam nuansa kontemporer dengan perpaduan elemen tradisional dan modern. Sekitar 70 seniman dijadwalkan terlibat dalam pertunjukan yang juga akan diiringi alunan musik genggong, alat musik tradisional Bali berbahan bambu yang memiliki karakter suara khas.

Tidak hanya itu, binaragawan nasional Ade Rai juga dijadwalkan tampil dalam pagelaran tersebut. Kehadirannya diharapkan semakin memperkuat pesan tentang pentingnya olahraga dalam membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, dan berkarakter.

Sukmawati menilai semangat olahraga juga sejalan dengan pemikiran Bung Karno yang sejak awal memberikan perhatian besar terhadap pembangunan olahraga nasional. Salah satu warisan yang masih menjadi simbol hingga kini adalah Gelora Bung Karno sebagai pusat kegiatan olahraga Indonesia.

Melalui pertunjukan Raga Budaya, Sukmawati berharap generasi muda, khususnya Generasi Z, dapat lebih memahami sejarah perjuangan bangsa dan menghargai kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu.

Baginya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui penghormatan terhadap sejarah, tetapi juga melalui kreativitas, gaya hidup sehat, serta kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa yang menjadi identitas Indonesia.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami