Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Tabanan Waspada Demam Berdarah dengan Pengasapan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir di Tabanan biasanya diriingi dengan peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dinas Kesehatan Tabanan mulai melakukan pencegahan demam berdarah dengan pengasapan atau ‘fogging’ dengan alat low volume (ULV). Tiga kecamatan yang menjadi lokasi sasaran.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Tabanan, dr Desiana K Dewi mengatakan, sasaran pencegahan DBD yakni Kecamatan Kediri, Kerambitan dan Tabanan. Ketiga wilayah ini memiliki jumlah penduduk yang sangat padat dengan mobilitas yang cukup tinggi, termasuk juga bercermin dari data kasus DBD meningkat yang terjadi sebelumnya.
Ia menerangkan, DBD merupakan penyakit berbasis lingkungan yang ditularkan nyamuk aedes aegypti dan banyak ditemukan saat musim hujan karena nyamuk akan menetaskan telurnya di air. Perubahan iklim seperti hujan yang diselingi panas yang terjadi belakangan ini membuat nyamuk aedes aegypti leluasa berkembang biak.
"Karena nyamuk ini suka hidup pada daerah dengan kelembapan tinggi dan cuaca yang cukup hangat," ungkapnya.
Selain itu, pencegahan dan penanganan pada kasus DBD tak jauh beda dengan Covid-19. Cara efektif dalam memberantas penyakit ini hanya dengan menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup dan Mengubur) dan memberikan perlindungan diri terhadap gigitan nyamuk yang kini sudah hidup di luar rumah atau di luar ruangan.
“Termasuk juga saat ada kasus, petugas akan melakukan penelitian epidomologi yang sama dengan tracing pada Covid atau penelusuran kasus. Misalnya kalau ada sarang jentik dan ada yang panas tanpa sebab disekitar dilakukan fogging,” terangnya.
Namun untuk fogging, ditekankannya juga tidak boleh dilakukan secara membabi buta karena akan membahayakan kesehatan dan mengganggu ekosistem.
“Jadi sasaran kegiatan ini adalah daerah yang sering terjadi kasus dilihat dari data sebelumnya, dan dilakukan awal musim penghujan,” pungkasnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5146 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3427 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2186 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 897 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan