Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Tak Cuma di AS, Aksi Bela Palestina Meluas ke Inggris Hingga Australia
beritabali.com/cnnindonesia.com/Tak Cuma di AS, Aksi Bela Palestina Meluas ke Inggris Hingga Australia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Aksi bela Palestina di kampus-kampus tak cuma terjadi di Amerika Serikat (AS), tetapi meluas ke Inggris hingga Australia.
Di Inggris, mahasiswa Goldsmiths University di London menggelar aksi dengan mendirikan perkemahan di perpustakaan fakultas.
Kelompok yang menamai diri Goldsmith for Peace menyatakan aksi mereka sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat di Gaza imbas agresi Israel.
"(Kampus sepakat dengan) kebijakan investasi baru yang etis," demikian tulis mereka di platform X pada Jumat (3/5).
Kebijakan yang dimaksud yakni melakukan divestasi atau menarik pendanaan di perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Israel, sesuai tuntutan para pedemo.
Mahasiswa-mahasiswi di universitas Newcastle, Warwick, Leeds dan Bristol turut menggelar aksi serupa. Mereka mendirikan perkemahan kampus dalam beberapa hari terakhir, demikian dikutip CNN.
Tak hanya di Inggris, aksi solidaritas untuk Palestina menggema hingga Australia.
Aktivis pro-Palestina mendirikan perkemahan di luar aula utama Universitas Sydney, salah satu perguruan tinggi terbesar di Negeri Kanguru.
Perkemahan serupa juga bermunculan di universitas-universitas di Melbourne, Canberra dan kota-kota lain di Australia.
Tuntutan para pelajar Australia sama dengan Inggris dan AS, yakni menuntut universitas melakukan divestasi dari perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan dengan Israel.
Demo di kampus-kampus Australia berlangsung damai dan hanya sedikit kehadiran pasukan keamanan, situasi yang bertolak belakang dengan di AS.
Wakil rektor Universitas Sydney Mark Scott mengatakan kelompok pro-Palestina bisa tetap berada di kampus karena tak ada kekerasan seperti yang terjadi di AS, demikian dikutip Reuters.
Di AS, demo di kampus-kampus penuh dengan penangkapan dan kekerasan. Sejak pertengahan April, polisi telah menangkap setidaknya 2.100 pedemo di perguruan tinggi.
Meski ada penangkapan, aksi dukung Palestina di AS masih berlangsung hingga sekarang.
AS, Australia, dan Inggris merupakan sekutu dekat Israel. Namun, belakangan ini mereka kritis terhadap agresi pasukan Zionis di Gaza.
Sejak Oktober 2023, Israel melancarkan agresi ke Gaza. Selama agresi, mereka menggempur habis-habisan warga dan objek sipil seperti rumah sakit hingga kamp pengungsian.
Hingga kini, lebih dari 34.000 orang meninggal di Palestina karena serangan brutal Israel. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1414 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1073 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 916 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 812 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik