Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Tari Megrumbungan Massal Meriahkan Pembukaan Buleleng Festival 2025
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ajang budaya tahunan Buleleng Festival (Bulfest) 2025 resmi dibuka pada Senin (18/8) sore. Acara pembukaan dimeriahkan dengan penampilan Tari Megrumbungan yang dibawakan secara massal oleh 150 penari dari berbagai sanggar seni di Buleleng.
Dari pantauan di lokasi, ratusan penari tampil memukau di sepanjang ruas Jalan Ngurah Rai, Singaraja. Tari Megrumbungan sendiri merupakan karya seniman asal Desa Busungbiu, Ketut Artika bersama Almarhum Nyoman Durpa.
Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Nyoman Wisandika menjelaskan, tarian ini menggambarkan ungkapan syukur para petani Bali saat musim tanam hingga panen padi. Setelah panen, para petani biasanya menggelar kegiatan megembeng atau megerumbungan sebagai wujud syukur atas hasil pertanian.
"Filosofinya sebenarnya sebagai wujud syukur atas anugerah hasil pertanian yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Buleleng ini kan terkenal dengan pertaniannya," katanya.
Ia menambahkan, ratusan penari tersebut telah mempersiapkan diri sejak sebulan lalu.
"Kami dari Disbud hanya memberikan video, kemudian masing-masing sanggar latihan secara mandiri. Jadi secara keseluruhan tidak ada kendala," jelasnya.
Tari massal menjadi ciri khas pembukaan Bulfest. Tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Buleleng juga menampilkan tari-tari tradisi lainnya seperti Tari Truna Jaya, Tari Nelayan, hingga Panyembrama.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4686 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2327 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan