Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Temuan Jenazah Tanpa Identitas di Perairan Pantai Kedonganan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sesosok jenazah ditemukan terapung-apung di Perairan Pantai Kedonganan, Kamis (19/8/2021) pagi. Nelayan yang ketika itu melaut melihat tubuh terapung dan langsung mengevakuasinya ke bibir pantai. Pos Polair Kedonganan meneruskan informasi tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar ( Basarnas Bali).
Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada membenarkan adanya penemuan jenazah di Perairan Kedonganan. "Kami terima laporan pukul 08.50 WITA dari Nyoman Supardiarta dan segera menggerakkan personel menuju lokasi," terang Darmada.
Kurang lebih pukul 09.05 WITA tim rescue berjumlah 6 orang personel menggunakan 1 unit Rapid Deployment Landsar Unit dan 1 unit Evacuation Vechicle berangkat menuju Pantai Kedonganan. Selanjutnya dilakukan koordinasi dengan unsur SAR lainnya untuk proses evakuasi setelah perahu nelayan yang membawa jenazah merapat. Sekitar 1 jam berselang jenazah telah dimasukkan ke dalam evacuation vehicle dan dibawa ke RSUP Sanglah.
"Kondisi jenazah sudah kaku dengan ciri-ciri menggunakan kaos putih lengan pendek dan celana panjang berwarna hitam, sementara sebagai identitas jenazah belum diketahui," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1981 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun