Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 24 Agustus 2026
Temui Panglima TNI, Jenderal AS Ungkap Ancaman Besar China
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kepala Staf Gabungan Militer Amerika Serikat (AS) Jenderal Mark Milley melakukan kunjungan ke Indonesia dan menemui Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Minggu (24/7/2022). Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama panglima Pentagon ke Indonesia sejak 2008.
Dalam konferensi pers bersama, Milley menegaskan kembali bahwa China telah memperkuat kekuatan militernya dan mulai mengancam negara lain. Ia menyebut hal ini dibuktikan dengan banyaknya pesawat dan kapal milik Beijing yang melintas di wilayah negara lain di sekitar Asia-Pasifik.
"Pesannya adalah militer China, di udara dan di laut, telah menjadi jauh lebih agresif dan terasa lebih agresif di wilayah tertentu ini," ujarnya.
Milley juga menyampaikan kekhawatirannya terkait kerjasama pertahanan antara China dan Solomon. Ia menyatakan Washington dan sekutu utamanya, Australia, telah menyampaikan keberatan mereka terkait kerjasama ini kepada negara kepulauan itu.
"Ini adalah area di mana China mencoba melakukan penjangkauan untuk tujuan mereka sendiri. Dan sekali lagi, ini mengkhawatirkan karena China tidak melakukannya hanya untuk alasan yang tidak berbahaya," tambahnya.
"Mereka mencoba memperluas pengaruh mereka di seluruh wilayah. Dan itu memiliki konsekuensi potensial yang tidak selalu menguntungkan bagi sekutu dan mitra kami di kawasan ini."
Tak hanya itu, Milley juga mengutarakan terkaitnya banyaknya singgungan armada-armada tempur China dengan negara lainnya di Laut China Selatan (LCS). Ia menyebut jumlah singgungan ini semakin meningkat. Diketahui, kapal perang RI sempat bersinggungan dengan kapal perang Beijing di wilayah perairan ini, tepatnya di Kepulauan Natuna.
Lebih lanjut, Milley juga berpesan di depan Jenderal Andika bahwa banyak negara di kawasan Asia-Pasifik telah mengharapkan peran AS yang lebih besar.
"Kami ingin bekerja dengan mereka untuk mengembangkan interoperabilitas dan memodernisasi militer kami secara kolektif," paparnya lagi.
AS diketahui telah memperkuat kehadirannya di wilayah Asia Pasifik, salah satunya adalah pengiriman armada ke wilayah Taiwan dan LCS. Washington mengaku ini dilakukan secara legal dalam misi 'kebebasan navigasi.'
China, di sisi lain, menganggap hal ini sebagai provokasi. Pasalnya, Beijing mengklaim sebagian besar wilayah LCS dan juga Taiwan. Kepala staf gabungan China, Jenderal Li Zuocheng, mengatakan kepada Milley dalam panggilan telepon awal bulan ini bahwa Beijing "tidak memiliki ruang untuk kompromi" pada isu-isu seperti Taiwan.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4651 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2454 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2098 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1708 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1139 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun