Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Tenggak Miras Oplosan, Tiga Mahasiswa Tewas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Tiga mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga asal Papua meninggal dunia. Hal itu terjadi setelah ketiga mahasiswa asal Papua itu diduga mengonsumsi minuman beralkohol yang dioplos.
Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat menyebutkan, mereka diduga mengonsumsi minuman beralkohol oplosan di rumah kontrakan, Kampung Kemiri, Kota Salatiga.
"Mengonsumsi minuman beralkohol bersama rekan-rekannya di kontrakan pada tanggal 6 Maret 2021," kata Kapolres dilansir dari ANTARA di Salatiga (13/3/2021)
Ketiga mahasiswa itu, yakni Ovni Wakerkwa, Marpino M. Sipka, dan Rudolf Carlos Kelanangame, ketiganya asal Mimika, Papua.
Menurut dia, ketiga mahasiswa tersebut sempat memperoleh perawatan di RSUD Salatiga sebelum meninggal.
Hasil pemeriksaan rumah sakit, lanjut dia, juga memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan maupun terpapar Covid-19.
Kepolisian, lanjut dia, masih mendalami asal, jenis, dan kandungan minuman yang dikonsumsi mereka.
Seorang yang diduga sebagai penjual minuman beralkohol bagi ketiga mahasiswa itu, kata dia, telah diamankan dan dimintai keterangan.
Adapun ketiga jenazah korban dalam proses pemulangan ke Papua melalui Kota Semarang.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4439 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2148 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1559 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1008 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 940 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun