Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Terdakwa Legowo, Upayakan PK
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Terdakwa Legowo Upayakan PK jembranaTerkait dengan eksekusi yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Negara terhadap Mantan Bupati Jembrana periode 1990-2000, Ida Bagus Indugosa, melalui pengacaranya Supriyono, SH, menyatakan kliennya berjiwa besar dan legowo terhadap eksekusi ini.
Supriyono, SH saat ditemui beritabali.com di Rutan Negara, Rabu (21/1) mengungkapkan hingga saat ini terpidana memiliki jiwa besar. "Dalam menyikapi keputusan ini, beliau (Indugosa-red) menerima dengan legowo walaupun secara material, beliau tidak menikmati apa yang diduga korupsi.
Keluarga Indugosa, lanjut Supriyono juga dapat menerima dengan lapang dada. "Walaupun berat keluarga tetap menunjukkan simpatiknya kepada beliau (Indugosa,red) dan memberikan dukungan yang sifatnya membesarkan jiwa. Keluarga tidak merasa malu karena mereka tahu kalau beliau tidak seperti yang diduga," pungkas Supriyono.
Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 60 K/Pidsus/2008 tertanggal 30 April 2008, Kejaksaan Negeri (Kejari) Negara mengeksekusi mantan Bupati Jembrana periode 1990-2000 ini karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi APBD Jembrana tahun 1998-1999 sebesar Rp. 2,5 milyar.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan