Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 8 Agustus 2026
Terdampak Cuaca Ekstrem, Perbaikan Infrastruktur di Karangasem Butuh Rp19 M
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Kerusakan infrastruktur akibat terdampak bencana cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Karangasem ditaksir mencapai puluhan Miliar.
Kepala Dinas PUPR-Perkim Karangasem, Wedasmara saat dihubungi Kamis (20/10/2022) mengatakan, dari hasil kajian yang dilakukan, ada 52 titik bencana yang menyebabkan kerusakan infrastruktur di Kabupaten Karangasem dengan estimasi kurang lebih membutuhkan dana hingga Rp.19 miliar lebih untuk proses perbaikan atau recovery.
"Kalau dihitung semua sampai yang terkecil estimasinya kurang lebih membutuhkan dana Rp19 miliar lebih dari 52 titik bencana hasil kajian oleh PUPR," ujarnya.
Untuk saat ini, infrastruktur yang bisa ditangani secara darurat akan dilakukan penanganan dengan mengerahkan petugas lapangan, sementara untuk kerusakan yang tidak bisa ditangani akan di usulkan melalui kegiatan di tahun 2023.
Itu baru kajian untuk perbaikan kerusakan infrastruktur saja, sementara di luar itu, BPBD Karangasem juga menghitung dampak kerugian yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem di luar infrastruktur dan sekolah mencapai Rp.1,5 miliar.
"Di luar kerusakan infrastruktur sekitar Rp.1,5 Miliar," kata Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4395 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1698 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1490 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 978 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 912 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun