Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Terkait Kerusuhan, Iran Keluarkan Peringatan Pada Biden
BERITABALI.COM, DUNIA.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Nasser Kanaani memperingatkan Amerika Serikat (AS) akan gagal dalam upayanya menghasut kerusuhan dan mencampuri urusan dalam negeri Iran. Pernyataannya muncul setelah Presiden AS Joe Biden mendukung protes anti-pemerintah di seluruh wilayah Republik Islam Iran.
Protes dan bentrokan dengan polisi meletus bulan lalu setelah seorang wanita berusia 22 tahun, Mahsa Amini, meninggal dalam tahanan setelah ditahan polisi moral Iran di Teheran karena mengenakan jilbab yang dianggap "tidak pantas".
Keluarganya mengklaim bahwa dia telah disiksa. Kanaani menuduh Biden pada Sabtu (15/10/2022) "mendukung kerusuhan."
“Mengingat fakta bahwa dia tidak menikmati penasihat tepercaya atau ingatan yang baik, saya mengingatkannya bahwa Iran begitu kuat dan tabah sehingga tidak akan menyerah pada sanksi kejam dan ancaman kosongnya,” tegas Kanaani, seperti dikutip Press TV.
Diplomat itu menyatakan, “Republik Islam tidak akan terpengaruh oleh intervensi dan (pernyataan) seorang politisi yang lelah dengan kampanye sia-sia melawan Iran.”
"Kami akan bersama-sama mempertahankan kemerdekaan Iran," tegas dia.
Pada Jumat, berbicara kepada wartawan di Portland, Oregon, Biden menyebut pemerintah Iran “menindas” dan mengatakan dia terkejut dengan “keberanian orang-orang dan wanita yang turun ke jalan.”
“Maksud saya, ini benar-benar luar biasa,” ujar Biden.
AS telah memberlakukan dua putaran sanksi terhadap polisi moral Iran dan beberapa pejabat Iran, termasuk dua menteri pemerintah, atas apa yang disebutnya "penindasan kekerasan terhadap protes damai."
Sebanyak 240 orang tewas selama protes di seluruh Iran, menurut kantor berita HRANA, yang melaporkan masalah hak asasi manusia. Pada Sabtu, kebakaran terjadi di dalam Penjara Evin di Teheran di tengah kerusuhan, menewaskan empat narapidana.
Pihak berwenang menyalahkan "bentrokan" antara narapidana atas insiden tersebut.
Laporan koroner resmi yang dirilis pekan lalu, sementara itu, mengatakan bahwa Amini mengalami koma dan meninggal karena kondisi yang mendasarinya dan bukan karena kekerasan fisik. Penyelidikan oleh parlemen Iran sampai pada kesimpulan yang sama pada Minggu.
Laporan itu juga menyebutkan ambulans tidak bisa sampai ke Amini cukup cepat karena kerumunan di depan kantor polisi moral.(sumber: sindonews.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun