Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tjokorda Gde Sukawati dan "Bade" 11 Ton

Ubud

Senin, 14 Juli 2008, 07:49 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Pelaksanaan upacara pelebon atau kremasi penglingsir Puri Ubud, yang juga Ketua KDS (Keturunan Dalem Sukawati) Bali, Tjokorda Agung Suyasa, merupakan pelebon terbesar sepanjang sejarah di Bali. Dikatakan terbesar karena jenazahnya bakal diusung "bade" atau menara pembawa jenazah seberat 11 ton. Siapa "arsitek" dibalik semua ini?

Saat Beritabali.com memasuki daerah Kelurahan Ubud, Minggu (13/7), tepatnya di depan Puri Ubud, suasana "sibuk" menyambut sebuah tradisi kuno sudah terlihat jelas.

Pemandangan paling mencolok terlihat di depan Puri dimana terdapat sebuah Bade (pembawa jenazah) menjulang tinggi. Bade ini mempunyai berat 11 ton dan memiliki tinggi 28,5 Meter.

Bade ini rencananya bakal diusung pada tanggal 15 Juli esok, pada saat upacara pelebon atau kremasi Tjokorda Agung Suyasa dan 2 anggota keluarga kerajaan Ubud lainnya.

Persiapan upacara pelebon ini menjadi tontonan yang sangat menarik di wilayah Ubud, baik bagi wisatawan lokal maupun asing. Para wisatawan seolah tak mau melewatkan momen ini dengan mengabadikan bade raksasa tersebut dengan kamera foto.

Lalu siapa sebenarnya arsitek yang berada di belakang pembuatan bade tertinggi sepanjang sejarah Bali ini?

Jika dilihat dari penampilannya, tokoh di belakang pembuatan bade ini nampak biasa-biasa saja. Pakaian adat Bali plus udeng (ikat kepala) batik merupakan ciri khasnya.

Tokoh ini adalah Tjokorda Gde Sukawati (48), menantu Almarhum Tjokorda Agung Suyasa. Selama 3 bulan lebih, ia sudah mencurahkan waktunya membuat bade tertinggi sepanjang sejarah kremasi jenazah di Bali, yang selama ini dikenal dengan ngaben atau pelebon.

Adik kandung Bupati Gianyar, Cok Ace, ini sejak kecil sudah sangat mencintai seni dan budaya Bali. Presiden Direktur hotel bintang lima Royal Pitamaha ini sejak kecil sudah hobi membuat tapel atau topeng barong, dan berbagai bentuk karya seni lainnya.

Hingga saat ini, karyanya sudah tak bisa dihitung dengan jari. Selain tapel, pria berpenampilan sederhana ini juga kerap membuat bade. Karena keahliannya ini, tak heran jika pada setiap upacara adat dan agama di Puri Ubud, pria ini selalu mempersembahkan karyanya tanpa pamrih.

"Tak ada yang bisa dilakukan dalam hidup ini, selain berkarya dan mencintai seni dan budaya ini," ujar pria yang akrab disapa Cok De ini.

Bade setinggi 28,5 meter ini, menurutnya merupakan persembahan terakhir untuk almarhum Tjokorda Agung Suyasa atau Tjok Lingsir.

"Kami berbuat semaksimal mungkin, dan mempersembahkan yang terbaik," katanya ketika ditemui di Puri Saren Ubud.

Ratusan ribu orang diperkirakan akan hadir pada upacara pelebon atau kremasi 3 anggota keluarga Puri atau Kerajaan Ubud Bali, 15 Juli esok.

Pelebon 3 anggota keluarga Puri Ubud ini, akan menggunakan "bade" atau menara pembawa jenazah setinggi 28,5 meter dengan berat 11 ton. Selain itu, pelebon terbesar sepanjang sejarah Bali ini juga akan menggunakan patung lembu dan naga yang juga berukuran raksasa.

"Bade", patung lembu, serta patung naga ini nantinya akan diarak oleh sekitar 8 ribu warga Ubud. Mereka akan membawa bade serta patung ini secara bergantian menuju kuburan, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Puri Ubud.

Ada 3 anggota Puri Ubud yang dikremasi 15 Juli besok antara lain Tjokorda Gde Agung Suyasa (wafat 28 maret 2008) yang merupakan kepala keluarga Kerajaan Ubud, Tjokorda Gede Raka (wafat 21 Maret 2008), dan Desak Raka (wafat 23 Desember 2007).

Upacara kremasi yang menghabiskan biaya milyaran rupiah ini merupakan yang pertama kali diadakan Puri Ubud sejak tahun 1979 silam. (art)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami