Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 25 September 2026
Tol Baru di Bali Harus Perhatikan Kearifan Lokal dan Keseimbangan Alam
Selasa, 9 Februari 2016,
23:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Rencana Pemerintah Provinsi Bali membuat jalan bebas hambatan yang menghubungkan Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng disambut baik ahli infrastruktur jalan. Meski mendapat dukungan, namun pembangunan jalan tol baru di Bali diharapkan senantiasa memperhatikan kearifan lokal dan alam.
Ahli infrastruktur jalan sekaligus mantan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) 8 wilayah Bali, NTB, NTT, Susalit ALius CES, menyatakan, ide pembangunan jalan tol Denpasar-Buleleng seperti yang disampaikan Wagub Bali Ketut Sudikerta sangat baik karena bisa menunjang sektor dunia pariwisata Bali.
"Bagus sekali gagasan ini, Pulau Bali itu sangat unik, dan itu merupakan anugrah Tuhan yang sangat indah bagi Indonesia, dan pariwisata merupakan satu-satunya yang menjadi andalan kita,"ujar Susalit, (9/2/2016).
Menurut Susalit, sebenarnya jaringan jalan di Bali sudah sangat baik dan sempurna, dimana jaringan jalan sepulau Bali mempunyai bentuk menyerupai pola jaring laba-laba, ada yang melingkar dan ada yang seperti jari-jari sepeda.
"Kita bisa menggunakan banyak jalur alternatif dari utara ke selatan dan sebaliknya, demikian juga dari timur ke barat. Memang faktanya bahwa pembangunan infrastruktur, terutama bagi pariwisata tidak merata antara utara dan selatan, shg menyebabkan pergerakan manusia, barang dan jasa yang sangat padat antara utara dan selatan,"ujar ahli jalan lulusan Perancis ini.
Karena tidak merata, lanjut susalit, para wisatawan kebanyakan memilih bagian selatan (Kuta, Legian, Nusa Dua) untuk menginap. Dan ketika mereka berpergian dan kembalinya ke seantero Pulau Bali akan melewati jaringan jalan utama yang sama.
"Kapasitas jalan sudah tidak memadai untuk saat ini, sehingga perlu peningkatan kapasitas sesuai dengan volume dan jenis lalu lintas saat ini dan ke depannya, sehingga bisa memberi pelayanan yang terbaik bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali,"ujarnya.
Susalit menyatakan, sudah saatnya modernisasi pembangunan infrastruktur dimulai di Pulau Bali, namun juga harus menjaga adat serta budaya setempat. Perlu kearifan lokal utk merencanakan pembangunan infrastruktur terutama jalan.
Selain memperhatikan kearifan lokal, pembangunan infrastruktur baru termasuk jalan tol dari Bali utara ke selatan juga harus memperhatikan keseimbangan alam yang ada.
"Jika ada melewati jalur gunung api yang masih aktif, perlu penelitian khusus kalau akan membuat terowongan di sana, jangan sampai mengganggu keseimbangan alam yang ada, dan juga untuk menjaga tata guna lahan yang bisa menyebabkan lahan berubah fungsi,"ujarnya.
"Sebaiknya kalau nanti melewati lahan produktif untuk pangan, baiknya dibuat jalan melayang di atas lahan (elevated road). Dan juga yang paling penting adalah penyiapan lahan bagi pembangunan jalan tersebut. Mulai sekarang sudah harus melakukan sosialisai dan komunikasi kepada masyarakat,"imbuhnya.
Kedepan, jelas Susalit, Bali membutuhkan pembangunan simpang tidak sebidang (fly over atau underpass), butuh jalan bebas hambatan timur barat dan utara selatan, serta butuh trotoir bagi para pedestrian dan wisatawan.
"Bali juga butuh jalur khusus untuk kendaraan roda dua terutama untuk para peselancar, dan itu harus direncanakan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, bahkan tanpa hiruk pikuk dari segala hal, sehingga masyarakat Bali nyaman dan wisatawan juga senang, harus seimbang,"tutupnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8353 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5770 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3613 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2444 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026