Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
TPS3R Anturan Resmi Beroperasi, Pakai Mesin Pemilah Plastik
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kabupaten Buleleng kembali menambah fasilitas pengelolaan sampah berbasis komunitas yang terintegrasi dengan teknologi tepat guna.
Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) “Rumah Pilah Resik Mesari” di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng, resmi dioperasikan pada Selasa (13/1/2026).
Peresmian yang dilakukan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menandai kelanjutan transformasi pengelolaan sampah menuju ekonomi sirkular di Buleleng. TPS 3R ini dilengkapi mesin pemilah dan pencacah sampah plastik, yang disebut sebagai yang pertama di level TPS 3R di wilayah tersebut.
Ditemui usai peresmian, Wabup Supriatna mengapresiasi kehadiran TPS 3R dengan dukungan teknologi tersebut. Meski demikian, ia mengakui penerapan sistem ini tergolong terlambat jika dibandingkan dengan sejumlah daerah lain di Bali maupun luar pulau yang lebih dahulu mengadopsi teknologi serupa.
“Kita berharap masyarakat Desa Anturan benar-benar memanfaatkan keberadaan TPST ini untuk mengurangi persoalan lingkungan, khususnya sampah,” ujarnya.
Wabup Supriatna juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk mengembangkan model serupa di TPS 3R lainnya. Dengan kapasitas mesin mencapai 3 hingga 5 ton per hari, satu fasilitas dinilai mampu melayani dua hingga tiga desa sekaligus, sehingga lebih efisien dari sisi anggaran dan pembangunan. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya.
“Kita juga merasa senang dan bangga karena mesin ini adalah produk Putra Buleleng asli,” tambahnya seraya menyebutkan total anggaran pembangunan dan pengadaan mesin yang bersumber dari APBD sekitar Rp800 juta.
Sementara itu, laporan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng yang dibacakan Kepala Bidang Cipta Karya, Gede Suharjono, menyebutkan peresmian ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan awal perubahan perilaku masyarakat. Pengelolaan sampah diarahkan beralih dari ekonomi linier “ambil-pakai-buang” menuju ekonomi sirkular, di mana sampah yang dipilah sejak rumah tangga dipandang sebagai investasi.
Hingga tahun 2025, Buleleng tercatat memiliki 58 prasarana pengelolaan sampah. Namun, upaya tersebut belum maksimal mereduksi volume sampah ke TPA Bengkala akibat sampah rumah tangga yang masih tercampur. Kolaborasi dengan PT Rumah Plastik Mandiri menghadirkan teknologi pemilahan dan pencacahan sampah anorganik, khususnya plastik, yang selanjutnya dapat diolah menjadi bahan campuran aspal plastik bernilai ekonomi.
"Untuk sampah residu, diusulkan pembangunan fasilitas RDF (Refuse Derived Fuel) Center yang hasilnya berpotensi menjadi bahan bakar alternatif untuk PLTU Celukan Bawang," jelasnya.
Perbekel Anturan, I Ketut Soka, memaparkan mekanisme pengelolaan TPS 3R yang akan diserahkan kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) Rumah Pilah Resik Mesari. Skema pembagian hasil telah ditetapkan, yakni 60 persen untuk pengelola, 20 persen untuk Desa Adat, dan 20 persen untuk desa.
“Untuk yang bekerja memilah sampah di sini, kami anggarkan dari dana desa dan mendapat gaji bulanan. Sedangkan yang struktural di Pokmas tidak digaji, tapi kami berikan modal usaha seperti sabun mandi,” jelas Soka. Ia memastikan Pokmas segera turun ke lapangan untuk mengedukasi warga agar melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5952 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2294 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2229 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan