Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




TPS3R Anturan Resmi Beroperasi, Pakai Mesin Pemilah Plastik

Selasa, 13 Januari 2026, 15:27 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/TPS3R Anturan Resmi Beroperasi, Pakai Mesin Pemilah Plastik.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Kabupaten Buleleng kembali menambah fasilitas pengelolaan sampah berbasis komunitas yang terintegrasi dengan teknologi tepat guna. 

Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) “Rumah Pilah Resik Mesari” di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng, resmi dioperasikan pada Selasa (13/1/2026).

Peresmian yang dilakukan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menandai kelanjutan transformasi pengelolaan sampah menuju ekonomi sirkular di Buleleng. TPS 3R ini dilengkapi mesin pemilah dan pencacah sampah plastik, yang disebut sebagai yang pertama di level TPS 3R di wilayah tersebut.

Ditemui usai peresmian, Wabup Supriatna mengapresiasi kehadiran TPS 3R dengan dukungan teknologi tersebut. Meski demikian, ia mengakui penerapan sistem ini tergolong terlambat jika dibandingkan dengan sejumlah daerah lain di Bali maupun luar pulau yang lebih dahulu mengadopsi teknologi serupa.

“Kita berharap masyarakat Desa Anturan benar-benar memanfaatkan keberadaan TPST ini untuk mengurangi persoalan lingkungan, khususnya sampah,” ujarnya.

Wabup Supriatna juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk mengembangkan model serupa di TPS 3R lainnya. Dengan kapasitas mesin mencapai 3 hingga 5 ton per hari, satu fasilitas dinilai mampu melayani dua hingga tiga desa sekaligus, sehingga lebih efisien dari sisi anggaran dan pembangunan. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya.

“Kita juga merasa senang dan bangga karena mesin ini adalah produk Putra Buleleng asli,” tambahnya seraya menyebutkan total anggaran pembangunan dan pengadaan mesin yang bersumber dari APBD sekitar Rp800 juta.

Sementara itu, laporan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng yang dibacakan Kepala Bidang Cipta Karya, Gede Suharjono, menyebutkan peresmian ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan awal perubahan perilaku masyarakat. Pengelolaan sampah diarahkan beralih dari ekonomi linier “ambil-pakai-buang” menuju ekonomi sirkular, di mana sampah yang dipilah sejak rumah tangga dipandang sebagai investasi.

Hingga tahun 2025, Buleleng tercatat memiliki 58 prasarana pengelolaan sampah. Namun, upaya tersebut belum maksimal mereduksi volume sampah ke TPA Bengkala akibat sampah rumah tangga yang masih tercampur. Kolaborasi dengan PT Rumah Plastik Mandiri menghadirkan teknologi pemilahan dan pencacahan sampah anorganik, khususnya plastik, yang selanjutnya dapat diolah menjadi bahan campuran aspal plastik bernilai ekonomi.

"Untuk sampah residu, diusulkan pembangunan fasilitas RDF (Refuse Derived Fuel) Center yang hasilnya berpotensi menjadi bahan bakar alternatif untuk PLTU Celukan Bawang," jelasnya.

Perbekel Anturan, I Ketut Soka, memaparkan mekanisme pengelolaan TPS 3R yang akan diserahkan kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) Rumah Pilah Resik Mesari. Skema pembagian hasil telah ditetapkan, yakni 60 persen untuk pengelola, 20 persen untuk Desa Adat, dan 20 persen untuk desa. 

“Untuk yang bekerja memilah sampah di sini, kami anggarkan dari dana desa dan mendapat gaji bulanan. Sedangkan yang struktural di Pokmas tidak digaji, tapi kami berikan modal usaha seperti sabun mandi,” jelas Soka. Ia memastikan Pokmas segera turun ke lapangan untuk mengedukasi warga agar melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Buleleng



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami