Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Turis Jepang Mati di Kamar Mandi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Seorang lelaki berusia lanjut asal Jepang, Yushiyuki Watanake (72), Minggu (9/3) pagi ditemukan tewas di kamar mandi di kamar 2421 Hotel Grand Hyat Nusa Dua. Kematian korban diduga karena sakit hipertensi. Hal ini diperkuat dari penemuan seperangkat obat di kamarnya.
Kapolsek Bualu, AKP Made Suwitra mengatakan, korban dan temannya lelaki, Takao Nishimura cek in Sabtu (8/3) sekitar pukul 23.30 Wita, di kamar 2421 Hotel Grandhiyat Nusa Dua.
“Mereka tidak langsung tidur, tapi sempat ngobrol sampai pukul 03.00 Wita. Temannya mendengar korban berada di kamar mandi, tapi karena mengantuk, temanya tertidur,” bebernya. Sekitar pukul 06.00 Wita Minggu (9/3), Takao Nishimura terbangun. Lelaki yang juga berusia lanjut ini tidak melihat korban tidur disampingnya. Lantas, dia pun menuju kamar mandi. Betapa kagetnya saksi, melihat korban berendam di bak kamar mandi dalam keadaan tidak bergerak.
Ketika diangkat, saksi sadar korban telah tewas. “Temannya melapor ke satpam dan selanjutnya satpam yang melapor ke Polsek Bualu,” ungkapnya. Kapolsek mengatakan, korban diduga tewas karena sakit hipertensi. Pasalnya, di kamar 2421 ditemukan seperangkat obat penawar hipertensi.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2965 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun