Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Ukraina Tuduh Rusia Dalangi Kudeta di Niger
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang pejabat Ukraina menuduh Moskow mendalangi kudeta di salah satu negara Afrika, Niger, dan menyebut dugaan keterlibatan tersebut sebagai "taktik standar Rusia".
Rabu (26/7) lalu, Presiden Mohamed Bazoum dan pemerintahannya yang terpilih secara demokratis digulingkan oleh para pemimpin militer dalam kudeta militer ketujuh yang terjadi di Niger dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun.
Pada Selasa (1/8), Mykhailo Podolyak, penasihat presiden Ukraina, mengatakan bahwa Rusia berada di balik pengambilalihan kekuasaan yang mengejutkan di Niger.
Di media sosial Twitter, Podolyak menulis, "Sekarang sangat jelas bahwa Rusia berada di balik apa yang disebut 'kudeta militer' di Niger. Ini adalah taktik standar Rusia: untuk mengalihkan perhatian, memanfaatkan momen, dan memperluas konflik."
"Rusia memiliki skenario global untuk memprovokasi ketidakstabilan untuk merusak tatanan keamanan global," katanya, seperti dilansir Al Jazeera.
"Saatnya untuk menarik kesimpulan yang tepat: hanya dengan menyingkirkan klan [Presiden Rusia] Putin dan membuat Rusia mengalami kelahiran kembali secara politik yang dapat menjamin aturan dan stabilitas yang tidak dapat diganggu gugat bagi dunia."
Kremlin sendiri mengatakan pada Senin (31/7) bahwa situasi di Niger adalah menjadi keprihatinan serius setelah kudeta yang dikutuk oleh sebagian besar dunia tetapi disambut oleh bos tentara bayaran Wagner, Yevgeny Prigozhin, yang memiliki kepentingan yang luas di Afrika.
Dalam sebuah panggilan telepon dengan para wartawan, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia menyerukan agar semua pihak di Niger menahan diri, dan agar secepatnya kembali ke tatanan hukum.
Grup Wagner Rusia yang dikenal sebagai tentara bayaran belum mengklaim bertanggung jawab atas kudeta tersebut, tetapi Prigozhin memuji pengambilalihan militer tersebut.
Prajurit Prigozhin telah memainkan peran penting di banyak negara Afrika, yang mencemaskan Barat, dan baru-baru ini mereka tiba di Republik Afrika Tengah (CAR) menjelang referendum konstitusional.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4401 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1793 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1496 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 982 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 915 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun