Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Ular Sanca Sepanjang 5 Meter Tangkapan Sekolah SPN Diserahkan ke TNGR
BERITABALI.COM, NTB.
Seekor satwa liar jenis Ular Sanca Kembang (Malayophyton reticulatus) dengan panjang sekitar 5 meter, diserahkan kepada Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) untuk dilepasliarkan.
Ular Sanca ini merupakan hasil serahan dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Belanting, Lombok Timur kepada DAMKARMAT (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) kabupaten Lombok Timur.
Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani sebagai kawasan konservasi merupakan rumah alami bagi satwa/hidupan liar untuk melangsungkan hidupnya. Oleh karenanya, tidak jarang masyarakat maupun mitra menyerahkan satwa liar yang dijumpai atau dimiliki kepada Balai TNGR. Untuk kemudian dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.
"Ular Sanca Kembang ini merupakan hasil serahan dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Belanting kepada Damkarmat Lombok Timur," jelas Sofiyan Hadi, Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Damkar Lombok Timur, Jumat (2/12).
Turut hadir mendampingi penyerahan ular Sanca ini, Nirwana Wadi (Danton Rescue Damkar Lotim), dan Abdul Aziz (Danru Rescue Damkar Lotim)
Balai TN Gunung Rinjani memberikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian Damkarmat Lombok Timur dalam menjaga keberlangsungan hidup satwa liar.
Selanjutnya satwa liar tersebut untuk sementara direhabilitasi di kantor seksi Pengelolaan TN Wilayah ll Selong. Sebelum nantinya dilepasliarkan di kawasan TN Gunung Rinjani.
Sebagai perwakilan kawasan konservasi, pengelolaan TN Gunung Rinjani selalu mengedepankan prinsip 3P. Yang berupa Perlindungan sumber penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati dan pemanfaatan jasa lingkungan.
Pada kesempatan itu pula, diberikan penghargaan kepada masyarakat pemilik satwa dan aktivis peduli satwa atas partisipasi dan dukungannya dalam pelestarian/konservasi satwa liar di Pulau Lombok.
Habitat asli selalu menjadi tempat terbaik bagi satwa untuk berkembang biak dan menjalani siklus kehidupan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5961 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2298 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan