Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Update Perang Timteng: Israel Bunuh 71 Orang di Lebanon, 55 di Gaza
BERITABALI.COM, DUNIA.
Serangan udara Israel di Lebanon menewaskan setidaknya 71 orang dan melukai 169 lainnya dalam waktu 24 jam terakhir, Jumat (1/11).
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat total korban tewas akibat serangan Israel di negara itu sejak Oktober 2024 menjadi 2.968 orang, sementara 13.319 lainnya mengalami luka-luka.
Israel telah meningkatkan serangan ke Lebanon sejak akhir September, dengan dalih menargetkan Hizbullah.
Sementara di Gaza, serangan Israel dalam 24 jam terakhir menewaskan 55 orang dan 192 terluka. Total korban tewas dalam serangan Israel sejak tahun lalu yakni 43.314 orang dan 102.019 terluka.
"Pasukan Israel membunuh 55 orang dan melukai 192 lainnya dalam tujuh pembantaian keluarga dalam 24 jam terakhir," kata Kementerian Kesehatan Gaza.
"Banyak orang masih terjebak di bawah puing-puing dan di jalan-jalan karena para penyelamat tidak dapat menjangkau mereka," tambahnya.
Israel juga menjatuhkan bom di sebuah klinik kesehatan di utara Kota Gaza, yang tengah mengadakan vaksinasi polio untuk anak Palestina.
Enam orang terluka termasuk 4 anak-anak. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun