Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Usaha Ikan Asap Fatayati Bertahan Meski Terbentur Modal
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Fatayati (55) warga Banjar Airkuning Desa Airkuning menggeluti usaha ikan panggang atau biasa orang menyebutnya ikan asap sejak 5 tahun lalu.
Awalnya ia hanya membuat pindang ikan, lalu mencoba beralih ke ikan asap jika ikan yang ditangkap nelayan berlimpah.
Usaha ikan asap Fatayati kini berkembang hingga meluas ke Pasar Tegal Cangkring. Disamping itu, ia juga melayani konsumen yang membeli olahan ikan asap. Pesanan untuk ke pasar, sebutnya, bisa mencapai 200 kg. Bahkan itu bisa sampai dikirim 2 kali dalam 1 harinya.
"Untuk bahan olahan asap ikan ini adalah jenis ikan tenggiri, ikan langsar, ikan tompek, dan ikan tumbuk. Jenis ikan tersebut dibawa nelayan khusus yang memancing jenis ikan-ikan tersebut," katanya saat ditemui belum lama ini.
"Bersyukur hasil olahan cukup bisa menghidupkan keluarga dengan anak 3, untuk yang paling kecil kini masih kerja," imbuhnya.
Kendala yang dihadapinya, adalah kesulitan pada modal, karena jenis ikan yang dibeli cukup mahal. Kendati demikian, anak-anaknya tak lepas tangan, siap sedia untuk membantu modal jika kekurangan, meski terkadang tak bisa memenuhi target.
"Semoga usaha UMKM ikan asap ini diperhatika pemerintah, terutama untuk modal usaha karena jika pesanan berlimpah tentu para tetangga ikut bekerja sehingga perlu modal untuk membayar serta pembelian ikan bisa meningkat juga," ujarnya.
Fatayati menceritakan sehari-hari ia menjual ikan asap ke pasar saat kisaran jam 01.00 malam dan pulang pukul 07.00 pagi. Hal ini dilakoni hingga kini demi mencari nafkah yang halal yang diberkati Tuhan.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 540 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 397 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 395 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan