Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 4 November 2026
Usai Diarak, Ogoh-Ogoh Wajib Dimusnahkan
Kamis, 16 Maret 2017,
17:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Ketua Majelis Madya Desa Pakraman Kabupaten Tabanan I Wayan Tontra menghimbau kepada masyarakat agar dalam mengarak ogoh-ogoh harus sesuai dengan etika tata krama adat Bali.
“Salah satunya tidak melewati batas adat ataupun banjar, sehingga tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan,” jelas Tontra, Kamis (16/3).
[pilihan-redaksi]
Ia juga menghimbau sebelum dan saat mengarak ogoh-ogoh tidak mengonsumsi minuman beralkohol, yang bisa memicu permasalahan. Hal ini pun sudah diinformasikanya kepada para Bendesa adat di seluruh kabupaten Tabanan.
Ketika ditanya mengenai pemusnahan ogoh-ogoh seusai diarak, Tontra yang juga Ketua PHDI Kabupaten Tabanan menjelaskan, ogoh-ogoh itu tidak wajib dipelasapas atau diupacarai. Tetapi ogoh-ogoh yang sebelum diarak keliling banjar, usai diarak di malam pengrupukan wajib dimusnahkan.
“Ini yang harus diperhatikan,” tandasnya.
Namun faktanya masih banyak ogoh-ogoh yang dibiarkan berdiri kokoh di perbatasan desa atau banjar, meskipun perayaan pengerupukan bahkan hari raya nyepi sudah lewat.
“Kami tidak memungkiri hal itu. Sebaiknya harus dimusnahkan. Apabila dibiarkan jelas mengganggu,” jelas tokoh masyarakat asal Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan ini.
Sementara itu sejauh ini data yang berhasil dihimpun Beritabali.com, jumlah ogoh-ogoh yang akan diarak di malam pengerupukan di kabupaten Tabanan sebanyak 894 ogoh-ogoh. [nod/wrt]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 580 Kali
04
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 450 Kali
05
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 441 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026