Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 11 Juni 2026
Usai Diarak, Ogoh-Ogoh Wajib Dimusnahkan
Kamis, 16 Maret 2017,
17:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Ketua Majelis Madya Desa Pakraman Kabupaten Tabanan I Wayan Tontra menghimbau kepada masyarakat agar dalam mengarak ogoh-ogoh harus sesuai dengan etika tata krama adat Bali.
“Salah satunya tidak melewati batas adat ataupun banjar, sehingga tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan,” jelas Tontra, Kamis (16/3).
[pilihan-redaksi]
Ia juga menghimbau sebelum dan saat mengarak ogoh-ogoh tidak mengonsumsi minuman beralkohol, yang bisa memicu permasalahan. Hal ini pun sudah diinformasikanya kepada para Bendesa adat di seluruh kabupaten Tabanan.
Ketika ditanya mengenai pemusnahan ogoh-ogoh seusai diarak, Tontra yang juga Ketua PHDI Kabupaten Tabanan menjelaskan, ogoh-ogoh itu tidak wajib dipelasapas atau diupacarai. Tetapi ogoh-ogoh yang sebelum diarak keliling banjar, usai diarak di malam pengrupukan wajib dimusnahkan.
“Ini yang harus diperhatikan,” tandasnya.
Namun faktanya masih banyak ogoh-ogoh yang dibiarkan berdiri kokoh di perbatasan desa atau banjar, meskipun perayaan pengerupukan bahkan hari raya nyepi sudah lewat.
“Kami tidak memungkiri hal itu. Sebaiknya harus dimusnahkan. Apabila dibiarkan jelas mengganggu,” jelas tokoh masyarakat asal Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan ini.
Sementara itu sejauh ini data yang berhasil dihimpun Beritabali.com, jumlah ogoh-ogoh yang akan diarak di malam pengerupukan di kabupaten Tabanan sebanyak 894 ogoh-ogoh. [nod/wrt]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026