Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Usai Pencontrengan, Ketua KPPS Meninggal
Melaya
Kamis, 9 Juli 2009,
16:34 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Niat Wayan Suarba (40) untuk menunaikan tugasnya menjadi Ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di TPS 8 Dusun Kembangsari, Tukadaya, Melaya terpaksa harus terkubur. Pasalnya, Suarba tidak kuasa menghindar dari maut yang menjemputnya persis pada hari pencontrengan, Rabu (8/7) malam.
Dari informasi yang dihimpun di rumah duka, Kamis (9/7), Suarba yang juga Kepala Dusun Kembangsari ini memang sakit sejak H-3 pencontrengan. Saat itu, Suarba mengeluhkan sakit perut yang disertai demam.
Lantaran bertanggung jawab terhadap tugas yang diembannya selaku Ketua KPPS, Suarba memaksakan diri untuk tetap melaksanakan tugasnya untuk mempersiapkan gelaran Pilpres di TPS yang menjadi tanggung jawabnya termasuk mengisi form C4.
Agar kondisinya tidak tambah parah, suami dari Ni Putu Wirati ini sempat diinjeksi oleh tim medis yang datang ke rumahnya. Sayangnya, obat injeksi yang dimasukkan ke tubuhnya tidak banyak membantu. Suhu tubuhnya semakin meningkat seiring dengan munculnya bintik hitam mirip cacar di tubuhnya. Kondisi yang semakin parah ini rupanya tidak menghalangi keinginan Suarba untuk menunaikan tugasnya yang tinggal selangkah lagi.
Rupanya Suarba hanya bisa bertahan sampai pada hari pencontrengan. Saat itu penyakitnya sudah benar-benar parah sehingga Suarba dipaksa oleh seorang sopir ambulance untuk diboyong ke RSUD Negara.
-uItu juga karena dipaksa oleh sopir ambulan tersebut,- ujar Nyoman Tastra (39), adik korban.
Menurut Tastra, kalau tidak dipaksa oleh sopir tersebut kemungkinan kakaknya masih bekerja. -uSaat di rumah sakit, kakak saya masih memikirkan kerjaannya. Dia terus memonitor kegiatan di TPSnya melalui SMS,- imbuh Tastra.
Kondisi daya tahan tubuh Suarba makin menurun sehingga tidak mampu menahan penyakit yang terus menggerogotinya. Suarba kemudian muntah darah dan langsung dirujuk menuju RSUP Sanglah. Sayangnya, belum sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit rujukan itu, ayah dua anak ini keburu menghembuskan nafas yang terakhir.
-uKakak saya meninggal saat dalam perjalanan menuju Sanglah. Saat itu kira-kira ambulance baru sampai di Tegalcangkring,- terang Tastra. (dey)
Dari informasi yang dihimpun di rumah duka, Kamis (9/7), Suarba yang juga Kepala Dusun Kembangsari ini memang sakit sejak H-3 pencontrengan. Saat itu, Suarba mengeluhkan sakit perut yang disertai demam.
Lantaran bertanggung jawab terhadap tugas yang diembannya selaku Ketua KPPS, Suarba memaksakan diri untuk tetap melaksanakan tugasnya untuk mempersiapkan gelaran Pilpres di TPS yang menjadi tanggung jawabnya termasuk mengisi form C4.
Agar kondisinya tidak tambah parah, suami dari Ni Putu Wirati ini sempat diinjeksi oleh tim medis yang datang ke rumahnya. Sayangnya, obat injeksi yang dimasukkan ke tubuhnya tidak banyak membantu. Suhu tubuhnya semakin meningkat seiring dengan munculnya bintik hitam mirip cacar di tubuhnya. Kondisi yang semakin parah ini rupanya tidak menghalangi keinginan Suarba untuk menunaikan tugasnya yang tinggal selangkah lagi.
Rupanya Suarba hanya bisa bertahan sampai pada hari pencontrengan. Saat itu penyakitnya sudah benar-benar parah sehingga Suarba dipaksa oleh seorang sopir ambulance untuk diboyong ke RSUD Negara.
-uItu juga karena dipaksa oleh sopir ambulan tersebut,- ujar Nyoman Tastra (39), adik korban.
Menurut Tastra, kalau tidak dipaksa oleh sopir tersebut kemungkinan kakaknya masih bekerja. -uSaat di rumah sakit, kakak saya masih memikirkan kerjaannya. Dia terus memonitor kegiatan di TPSnya melalui SMS,- imbuh Tastra.
Kondisi daya tahan tubuh Suarba makin menurun sehingga tidak mampu menahan penyakit yang terus menggerogotinya. Suarba kemudian muntah darah dan langsung dirujuk menuju RSUP Sanglah. Sayangnya, belum sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit rujukan itu, ayah dua anak ini keburu menghembuskan nafas yang terakhir.
-uKakak saya meninggal saat dalam perjalanan menuju Sanglah. Saat itu kira-kira ambulance baru sampai di Tegalcangkring,- terang Tastra. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5957 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026