Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Usai Sapu China, Topan Super Yagi Pindah Terjang Vietnam
BERITABALI.COM, DUNIA.
Topan Super Yagi menumbangkan ribuan pohon dan menewaskan satu orang, saat menghantam daratan Vietnam utara Sabtu (7/9). Sebelumnya topan super ini juga menyapu China selatan dan menewaskan dua orang.
Topan tersebut menghantam provinsi Hai Phong dan Quang Ninh, dengan kecepatan angin melebihi 149 kilometer (92 mil) per jam, kata Pusat Nasional Prakiraan Hidro-Meteorologi, seperti dikutip dari AFP.
Di Hai Phong, lembaran atap logam dan papan tanda komersial beterbangan di langit kota saat topan menerjang.
Lebih jauh ke pedalaman di provinsi Hai Duong, seorang pria tewas di jalan setelah angin kencang menumbangkan pohon saat badai mendekati daratan.
"Sudah bertahun-tahun sejak saya menyaksikan topan sebesar ini," kata Tran Thi Hoa, seorang wanita berusia 48 tahun dari Hai Phong.
"Itu menakutkan. Saya tinggal di dalam rumah, setelah mengunci semua jendela saya. Namun, suara angin dan hujan itu luar biasa," katanya kepada AFP.
Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh meminta otoritas setempat untuk mengevakuasi penduduk dari daerah berbahaya sebelum badai melanda. Ia juga mendesak penduduk lainnya untuk tetap berada di dalam rumah.
Angin kencang
Sebelum menghantam daratan utama, topan tersebut menumbangkan ratusan pohon di Pulau Co To, sekitar 80 kilometer dari daratan utama Quang Ninh.
Beberapa gedung perkantoran, sekolah, dan rumah di pulau tersebut tercabut atapnya akibat angin kencang.
Papan-papan iklan berserakan di sekitar pulau, sementara kabel-kabel listrik putus dan kusut karena angin.
Pemerintah setempat mengatakan topan tersebut merupakan yang terparah yang menghantam pulau tersebut dalam beberapa dekade.
Badai tersebut menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 92 lainnya di Pulau Hainan, China selatan, sebelum menghantam Vietnam
Siaran pemerintah CCTV mengatakan Yagi menyebabkan angin berkecepatan lebih dari 230 kilometer (143 mil) per jam, menumbangkan pohon-pohon dan menyebabkan evakuasi sekitar 460 ribu orang. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3050 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2050 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1826 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun