Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Vihara Dharmayana Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Vihara ini, sebelum 23 Februari 1980 bernama Tempat Ibadah Leeng Gwan Kuta atau biasa disebut kongco bio Kuta.
Berdasarkan peninggalan dan cerita sesepuh diyakini telah berdiri di Desa Kuta sekitar dua abad lalu. Lokasi sebelumnya di pojok Jalan Raya Singosarai, yang karena sesuatu isyarat spiritual dipindahkan ke lokasinya kini di pojok Jalan Blambangan dan Jalan Padri Kuta.
Sejumlah jejak perihal berdirinya vihara ini adalah empat pasang tui lian atau syair berpasangan dalam bahasa mandarin yang dipersembahkan oleh keluarga pengabdi pada tiga lembar tui lian pada tahun 1876, 1879, dan 1880.
Vihara atau kongco bio didirikan komunitas Tionghoa Kuta dan sekitarnya sebagai tempat bersemayamnya Yang Mulia Kongco Tan HU Cin Jin, yang diyakini dapat memberikan kebahagiaan dan kesejahtreaan bagi keluarga pengabdinya.
Adaptasi komunitas kongco ini pada masyarakat Kuta nampak pada keterlibatan dalam berbagai ritual adat dan komunitas suka duka Banjar Dharma Semadhi Kuta. Vihara ini makin diakui eksisitensinya sebagai tempat ibadah Agama Budha di Bali setelah mendapat kunjungan berbagai bikhu dari mancanegara untuk bermalam dan kunjungan Yang Mulia Dalai Lama XIV pada 7 Agustus 1982.
Bahan yang menarik untuk ditanyakan adalah bagaimana pengaruh vihara atau komunitas Tionghoa dalam perkembangan Kuta? Bagaimana bentuk akulturasi budaya Tionghoa dengan budaya Bali?
Laporan : Luh De Suriyani untuk Kuta Karnival
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3049 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2047 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1824 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun