Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Viral Diduga Mobil Wapres RI Diisi Bensin Eceran di Pinggir Jalan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Viral beredar di media sosial Mobil Mercy hitam berpelat merah bertuliskan Indonesia dan berbendera merah putih diisi bensin eceran menggunakan jeriken di pinggir jalan.
[pilihan-redaksi]
Dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 10 Juli 2020, rekaman itu diunggah sejumlah akun di jejaring berbagi video. Akun-akun itu menyebutkan kendaraan tersebut mobil kepresidenan yang dipakai Presiden Jokowi saat kunjungan ke daerah.
Tidak ada deskripsi lain mengenai lokasi dari video tersebut. Warganet yang melihatnya mempertanyakan apakah betul mobil kelas pemimpin negara diisi bensin eceran dipinggir jalan.
"Kapan dan di mana ya itu? Karena mobil Presiden sudah ganti baru, sepertinya video lama," tulis seorang netizen di kolom komentar.
"Sopirnya gimana tuh ga liat meteran tangki?" tulis netizen lainnya soal video mobil kepresidenan habis bensin itu.
Dari penelsuran asal video tersebut. Ternyata mobil tersebut berpelat "Indonesia 2". Artinya, kendaraan dinas Wakil Presiden RI.
Namun, tim Sekretariat Wakil Presiden belum menanggapi soal video viral tersebut ketika dikonfirmasi Liputan6.com. Mereka mengatakan keterangan resmi akan dirilis guna meluruskan kejadian itu.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4182 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1432 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 871 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 757 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun