Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Wagub Cok Ace: Yadnya Suci Harus dibangun dari Tiga Poin Penting
Minggu, 21 Juli 2019,
21:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Klungkung. Bali memang terkenal dengan berbagai upacara, namun semakin berkembangnya jaman, banyak yang menyelenggarakan karya dewa yadnya atau pun manusa yadnya dengan jor-joran dan terkadang tidak masuk dalam esensi penting dari “wangun yadnya” itu sendiri.
[pilihan-redaksi]
Untuk itu, jika masyarakat ingin melaksanakan suatu upacara atau menghaturkan yadnya maka harus berlandaskan pada tiga poin penting yaitu “Pikayun, Kemampuan dan Kepatutan”.
Untuk itu, jika masyarakat ingin melaksanakan suatu upacara atau menghaturkan yadnya maka harus berlandaskan pada tiga poin penting yaitu “Pikayun, Kemampuan dan Kepatutan”.
Demikian terungkap oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat meghadiri Karya Balik Sumpah Madya, Ngenteg Linggih, Nyenuk, Mekebat Daun, Nangun Ayu lan Mupuk Pedagingan Di Pura/Merajan Satria Pungakan I Dewa Peswahan Desa Pakraman Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, pada Minggu (21/7).
Lebih lanjut, Wagub yang akrab disapa Cok Ace tersebut menyatakan bahwa, menyelenggarakan sebuah yadnya harus berlandaskan tiga poin tersebut. “Jika karya tersebut sudah sesuai kepatutannya, dan juga didukung dengan adanya kemampuan namun tidak didukung dengan pikayun seluruh semeton, maka sama saja karya tersebut akan berjalan tanpa arti apapun, untuk itu ketiganya harus ada dan dijalankan dengan baik maka jadilah karya tersebut sebuah Yadnya Suci yang tulus ikhlas,” ucap Wagub Cok Ace.
Disamping itu, Wagub Cok Ace juga menerangkan dalam sambramawacana singkatnya bahwa tujuan yadnya tersebut juga sebagai simbol untuk membayar hutang pada bhatara lelangit. Menurutnya manusia lahir ke dunia sudah memiliki hutang, yaitu hutang pada leluhur, hutang pada orang tua, hutang pada guru pengajian dan hutang pada bhatara lelangit.
Untuk itu, penting bagi masyarakat untuk melaksanakan upacara seperti ini dengan gotong royong. “Upacara ini juga sesuai dengan Visi Pemerintah Provinsi Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali yaitu menjaga keseimbangan dari segi Sekala lan Niskala, untuk itu karya-karya seperti ini harus tetap dilaksanakan, dijaga dan dilestarikan, ”pungkasnya seraya menandatangani Prasasti pembangunan merajan Satria Pungakan tersebut.
[pilihan-redaksi2]
Sementara itu Ketua Panitia Acara Ngakan Nyoman Muliawan, mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bapak Wagub yang sudah bersedia untuk menghadiri acara ini. Ia menyatakan bahwa merajan pasemetonan ini diempon oleh 45 kk. Untuk mendukung pelaksanakan karya ini maka masing-masing KK diminta medana punia sebanyak 3 juta rupiah.
Sementara itu Ketua Panitia Acara Ngakan Nyoman Muliawan, mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bapak Wagub yang sudah bersedia untuk menghadiri acara ini. Ia menyatakan bahwa merajan pasemetonan ini diempon oleh 45 kk. Untuk mendukung pelaksanakan karya ini maka masing-masing KK diminta medana punia sebanyak 3 juta rupiah.
Untuk itu, sesuai dengan arahan Bapak Wagub, maka pihaknya dengan seungguh-sungguh menghaturkan karya ini dengan tulus ikhlas hal itu tercermin dalam sikap gotong royong saat mengambil karya ini yang tidak berlebihan atau jor-joran. Selanjutnya terkait karya, ia menyatakan bahwa karya ini sudah dimulai sejak 4 juni 2019 lalu, sedangkan Puncak Karya jatuh pada Wraspati Umanis Dunggulan (Manis Galungan) Kamis (25/7) dan akan disineb pada Anggara Umanis Kuningan (30/7). (bbn/humasbali/rob)
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026