Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Warga Jembrana Mulai Resah
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Isu pencabutan subsidi minyak tanah (mitan) oleh pemerintah kini sudah didepan mata. Kendati baru akan diberlakukan di daerah Jakarta dan sekitarnya, warga yang ada di luar Pulau Jawa pun kini mulai ikut resah. Termasuk pula warga Kabupaten Jembrana. Sulastri, salah satu warga Desa Candikusuma mengaku resah dengan isu pencabutan subsidi tersebut.
Menurutnya, pencabutan subsidi itu akan semakin menekan perekonomian rakyat kecil yang sudah terhimpit. Kendati dirinya sudah mendapat bantuan kompor gas berikut tabung elpiji, namun ia mengaku khawatir menggunakan kompor tersebut. Pasalnya, kompor gas yang meledak di sejumlah daerah lain membuat dirinya takut menggunakan kompor berbahan bakar gas. “Saya takut pakai kompor gas itu, soalnya di berita-berita kan banyak kompor gas hasil konversi yang meledak. Nanti kalau kompor saya meledak bagaimana? Saya kan tidak punya cukup uang untuk berobat. Mana mungkin pemerintah mau bayar biaya berobat saya,” ujar Sulastri dengan nada khawatir.
Sementara itu, Adi Permana, warga Kelurahan Bale Bali Agung mengaku saat ini masih mencari energi alternatif. Namun kemungkinan besar ia akan kembali menggunakan tungku kayu bakar. “Biar murah meriah pakai tungku saja, tinggal beli kayu bakar Rp. 1.000 bisa untuk masak. Kalau tidak, masaknya pakai bensin saja. Kan kalau subsidi minyak tanah dicabut, harga bensin masih lebih murah daripada minyak tanah,” ujar Adi.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3885 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2840 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2041 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1991 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun