Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Warga Pengambengan Ancam Demo
Pengambengan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Limbah hasil produksi dari PT. Hosana Buana Tunggal (HBT) dikeluhkan warga Pengambengan, Negara lantaran menimbulkan bau menyengat, apalagi saat musim hujan tiba bau tersebut semakin menyengat. Bahkan warga mengancam akan melakukan demo dengan mencangkuli kubangan limbah tersebut jika permasalahan ini tidak segera diatasi.
Dari pengamatan beritabali.com di lokasi, Selasa (23/9) pabrik pengolahan tepung ikan ini membuang limbahnya di gundukan tanah kosong bekas abrasi. Akibatnya, limbah tersebut mengendap pada gundukan tanah hingga panjangnya mencapai 300 m.
Endapan limbah yang mirip rawa-rawa ini menimbulkan bau menyengat dan pemandangan yang tidak sedap, apalagi saat musim hujan tiba. Luasan endapan limbah ini merupakan akumulasi pembuangan limbah selama setahun.
Perbekel Pengambengan, H Asmuni Turyadi, Selasa (23/9) mengatakan sebenarnya pihaknya telah mengingatkan pabrik tersebut sejak awal. Lanjut Asmuni, sebelumnya pabrik tersebut memang dekat dengan bibir pantai sehingga tidak perlu membuat saluran pembuangan limbah yang panjang.
Namun ketika ada tanah timbul, pabrik bukannya membuat secara permanen saluran pembuangan limbah tersebut tapi malah membuat semacam selokan dengan menggali tanah timbul tersebut. "Kami menduga pihak pabrik tidak mampu untuk membuat saluran pembuangan permanen dengan buis sehingga meluber seperti itu dan menimbulkan dampak," kata Asmuni.
Asmuni juga mengakui dirinya menerima banyak keluhan dari warganya terkait limbah tersebut, apalagi saat musim hujan. "Kalau musim hujan tiba, hampir setiap hari kami menerima keluhan warga," tandasnya. Lanjutnya, lantaran belum juga ada reaksi dari pihak pabrik, beberapa kali warganya berniat mencangkuli kubangan yang seperti rawa-rawa tersebut.
Menurut Asmuni, seharusnya pihak-pihak yang terkait memberikan pembinaan kepada pihak pengusaha sehingga tidak membandel. "Kami berharap pihak-pihak yang terkait bisa segera turun karena beberapa kali peringatan kami tidak digubris," terangnya.
Sementara itu Manajer PT HBT yang berusaha ditemui di kantornya dikatakan oleh stafnya tidak ada di tempat. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5847 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan