Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Warga Pengambengan Ancam Demo
Pengambengan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Limbah hasil produksi dari PT. Hosana Buana Tunggal (HBT) dikeluhkan warga Pengambengan, Negara lantaran menimbulkan bau menyengat, apalagi saat musim hujan tiba bau tersebut semakin menyengat. Bahkan warga mengancam akan melakukan demo dengan mencangkuli kubangan limbah tersebut jika permasalahan ini tidak segera diatasi.
Dari pengamatan beritabali.com di lokasi, Selasa (23/9) pabrik pengolahan tepung ikan ini membuang limbahnya di gundukan tanah kosong bekas abrasi. Akibatnya, limbah tersebut mengendap pada gundukan tanah hingga panjangnya mencapai 300 m.
Endapan limbah yang mirip rawa-rawa ini menimbulkan bau menyengat dan pemandangan yang tidak sedap, apalagi saat musim hujan tiba. Luasan endapan limbah ini merupakan akumulasi pembuangan limbah selama setahun.
Perbekel Pengambengan, H Asmuni Turyadi, Selasa (23/9) mengatakan sebenarnya pihaknya telah mengingatkan pabrik tersebut sejak awal. Lanjut Asmuni, sebelumnya pabrik tersebut memang dekat dengan bibir pantai sehingga tidak perlu membuat saluran pembuangan limbah yang panjang.
Namun ketika ada tanah timbul, pabrik bukannya membuat secara permanen saluran pembuangan limbah tersebut tapi malah membuat semacam selokan dengan menggali tanah timbul tersebut. "Kami menduga pihak pabrik tidak mampu untuk membuat saluran pembuangan permanen dengan buis sehingga meluber seperti itu dan menimbulkan dampak," kata Asmuni.
Asmuni juga mengakui dirinya menerima banyak keluhan dari warganya terkait limbah tersebut, apalagi saat musim hujan. "Kalau musim hujan tiba, hampir setiap hari kami menerima keluhan warga," tandasnya. Lanjutnya, lantaran belum juga ada reaksi dari pihak pabrik, beberapa kali warganya berniat mencangkuli kubangan yang seperti rawa-rawa tersebut.
Menurut Asmuni, seharusnya pihak-pihak yang terkait memberikan pembinaan kepada pihak pengusaha sehingga tidak membandel. "Kami berharap pihak-pihak yang terkait bisa segera turun karena beberapa kali peringatan kami tidak digubris," terangnya.
Sementara itu Manajer PT HBT yang berusaha ditemui di kantornya dikatakan oleh stafnya tidak ada di tempat. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2965 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun