Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Wartawan 'Didemo' Guru Abdi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Rupanya niat puluhan guru abdi mengajar di sekolah cukup kuat kendati Pemkab Jembrana secara tegas telah melarang guru-guru abdi tersebut mengajar di sekolah-sekolah negeri.
Buktinya, Jumat (24/10) mereka datang berbondong-bondong "mendemo" wartawan menuntut agar wartawan membantu menyampaikan aspirasinya ke Pemkab Jembrana.
Apa yang dilakukan puluhan guru abdi ini terkesan janggal lantaran mereka tidak datang ke kantor Pemkab maupun ke Gedung DPRD Jembrana ketika ingin menyampaikan aspirasi yang tetap ingin mengajar.
Baca juga:
Oknum Guru Ngaji Cabuli Murid Bawah Umur
Kejanggalan juga terjadi ketika tidak satupun dari mereka bersedia namanya dionlinekan. Diduga hal ini dikarenakan mereka takut nama orang yang memasukkan mereka untuk bisa mengajar di sekolah negeri terbongkar.
Dari informasi yang beredar sebagian besar guru-guru abdi tersebut bisa mengajar lantaran adanya unsur KKN dari keluarga atau orang dekatnya yang kebetulan menjadi guru PNS di tempat guru abdi tersebut mengajar.
Ketika bertemu wartawan, mereka menilai keputusan Pemkab Jembrana memecat mereka mereka adalah keputusan sepihak lantaran sebelumnya mereka tidak pernah diajak berdialog.
"Kami sudah pernah kirim surat ke Bupati tapi tidak ada realisasinya. Kami juga sudah pernah datang ke DPRD maupun ke Dinas Dikbudpar, namun jawabannya pemberhentian ini sudah merupakan keputusan Bupati," ujar seorang guru abdi yang berkali-kali minta agar namanya tidak dionlinekan.
Guru-guru abdi yang kebanyakan berusia muda ini juga membantah pernyataan Wabup Jembrana, I Putu Artha yang mengkhawatirkan saat ada perekrutan guru PNS, mereka akan menuntut supaya diprioritaskan agar diterima lantaran merasa sudah lama mengajar.
Baca juga:
Oknum Guru Ngaji Cabuli Murid Bawah Umur
"Apa yang dikatakan pak wakil tidak benar, kami tidak pernah menuntut macam-macam karena sejak awal kami berniat untuk murni mengabdi agar dapat mengamalkan ilmu yang kami dapat saat kuliah di PGSD. Kami hanya minta diberikan kesempatan mengajar sambil melanjutkan kuliah,"jelas mereka.
Sebelumnya Wabup Jembrana, I Putu Artha, menegaskan Pemkab sudah memutuskan untuk tidak menerima guru abdi di sekolah negeri karena khawatir akan menimbulkan dampak yang membuat malas guru PNS karena sudah ada guru abdi yang mengajar.
Di samping itu juga untuk menghindari adanya tuntutan dari guru abdi agar diprioritaskan dalam rekrutmen guru PNS setelah mereka lulus S1.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3900 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3001 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2064 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2032 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1818 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun