Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Wartawan 'Didemo' Guru Abdi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Rupanya niat puluhan guru abdi mengajar di sekolah cukup kuat kendati Pemkab Jembrana secara tegas telah melarang guru-guru abdi tersebut mengajar di sekolah-sekolah negeri.
Buktinya, Jumat (24/10) mereka datang berbondong-bondong "mendemo" wartawan menuntut agar wartawan membantu menyampaikan aspirasinya ke Pemkab Jembrana.
Apa yang dilakukan puluhan guru abdi ini terkesan janggal lantaran mereka tidak datang ke kantor Pemkab maupun ke Gedung DPRD Jembrana ketika ingin menyampaikan aspirasi yang tetap ingin mengajar.
Baca juga:
Oknum Guru Ngaji Cabuli Murid Bawah Umur
Kejanggalan juga terjadi ketika tidak satupun dari mereka bersedia namanya dionlinekan. Diduga hal ini dikarenakan mereka takut nama orang yang memasukkan mereka untuk bisa mengajar di sekolah negeri terbongkar.
Dari informasi yang beredar sebagian besar guru-guru abdi tersebut bisa mengajar lantaran adanya unsur KKN dari keluarga atau orang dekatnya yang kebetulan menjadi guru PNS di tempat guru abdi tersebut mengajar.
Ketika bertemu wartawan, mereka menilai keputusan Pemkab Jembrana memecat mereka mereka adalah keputusan sepihak lantaran sebelumnya mereka tidak pernah diajak berdialog.
"Kami sudah pernah kirim surat ke Bupati tapi tidak ada realisasinya. Kami juga sudah pernah datang ke DPRD maupun ke Dinas Dikbudpar, namun jawabannya pemberhentian ini sudah merupakan keputusan Bupati," ujar seorang guru abdi yang berkali-kali minta agar namanya tidak dionlinekan.
Guru-guru abdi yang kebanyakan berusia muda ini juga membantah pernyataan Wabup Jembrana, I Putu Artha yang mengkhawatirkan saat ada perekrutan guru PNS, mereka akan menuntut supaya diprioritaskan agar diterima lantaran merasa sudah lama mengajar.
Baca juga:
Oknum Guru Ngaji Cabuli Murid Bawah Umur
"Apa yang dikatakan pak wakil tidak benar, kami tidak pernah menuntut macam-macam karena sejak awal kami berniat untuk murni mengabdi agar dapat mengamalkan ilmu yang kami dapat saat kuliah di PGSD. Kami hanya minta diberikan kesempatan mengajar sambil melanjutkan kuliah,"jelas mereka.
Sebelumnya Wabup Jembrana, I Putu Artha, menegaskan Pemkab sudah memutuskan untuk tidak menerima guru abdi di sekolah negeri karena khawatir akan menimbulkan dampak yang membuat malas guru PNS karena sudah ada guru abdi yang mengajar.
Di samping itu juga untuk menghindari adanya tuntutan dari guru abdi agar diprioritaskan dalam rekrutmen guru PNS setelah mereka lulus S1.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 771 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 686 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 506 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 483 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik