Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Wartawan 'Didemo' Guru Abdi

Jumat, 24 Oktober 2008, 17:21 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Rupanya niat puluhan guru abdi mengajar di sekolah cukup kuat kendati Pemkab Jembrana secara tegas telah melarang guru-guru abdi tersebut mengajar di sekolah-sekolah negeri.


Buktinya, Jumat (24/10) mereka datang berbondong-bondong "mendemo" wartawan menuntut agar wartawan membantu menyampaikan aspirasinya ke Pemkab Jembrana.


Apa yang dilakukan puluhan guru abdi ini terkesan janggal lantaran mereka tidak datang ke kantor Pemkab maupun ke Gedung DPRD Jembrana ketika ingin menyampaikan aspirasi yang tetap ingin mengajar.

 


Kejanggalan juga terjadi ketika tidak satupun dari mereka bersedia namanya dionlinekan. Diduga hal ini dikarenakan mereka takut nama orang yang memasukkan mereka untuk bisa mengajar di sekolah negeri terbongkar.


Dari informasi yang beredar sebagian besar guru-guru abdi tersebut bisa mengajar lantaran adanya unsur KKN dari keluarga atau orang dekatnya yang kebetulan menjadi guru PNS di tempat guru abdi tersebut mengajar.


Ketika bertemu wartawan, mereka menilai keputusan Pemkab Jembrana memecat mereka mereka adalah keputusan sepihak lantaran sebelumnya mereka tidak pernah diajak berdialog.

 


"Kami sudah pernah kirim surat ke Bupati tapi tidak ada realisasinya. Kami juga sudah pernah datang ke DPRD maupun ke Dinas Dikbudpar, namun jawabannya pemberhentian ini sudah merupakan keputusan Bupati," ujar seorang guru abdi yang berkali-kali minta agar namanya tidak dionlinekan.


Guru-guru abdi yang kebanyakan berusia muda ini juga membantah pernyataan Wabup Jembrana, I Putu Artha yang mengkhawatirkan saat ada perekrutan guru PNS, mereka akan menuntut supaya diprioritaskan agar diterima lantaran merasa sudah lama mengajar.

 


"Apa yang dikatakan pak wakil tidak benar, kami tidak pernah menuntut macam-macam karena sejak awal kami berniat untuk murni mengabdi agar dapat mengamalkan ilmu yang kami dapat saat kuliah di PGSD. Kami hanya minta diberikan kesempatan mengajar sambil melanjutkan kuliah,"jelas mereka.


Sebelumnya Wabup Jembrana, I Putu Artha, menegaskan Pemkab sudah memutuskan untuk tidak menerima guru abdi di sekolah negeri karena khawatir akan menimbulkan dampak yang membuat malas guru PNS karena sudah ada guru abdi yang mengajar.


Di samping itu juga untuk menghindari adanya tuntutan dari guru abdi agar diprioritaskan dalam rekrutmen guru PNS setelah mereka lulus S1.

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami