Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Winasa: Sebagai Kader Saya Tidak Kecewa
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pasca turunnya rekomendasi DPP PDIP yang mengusung paket Pastika-Puspayoga, suhu politik di Bali akan mengalami peningkatan. Riak-riak kekecewaan mulai nampak di kalangan kader PDIP di Bali. Bagaimana komentar Prof. Winasa, kader yang tidak mendapatkan rekomendasi?
Seperti diberitakan sebelumnya, DPP PDI Perjuangan memutuskan pasangan Komjen Pol I Made Mangku Pastika dan Drs. AA Gde Ngurah Puspayoga sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam pilkada Provinsi Bali mendatang. Rekomendasi pasangan tersebut ditetapkan DPP Partai dalam rapat pleno yang digelar Sabtu kemarin (26/1) di kantor DPP Partai, Jl. Lenteng Agung No. 99, Jakarta Selatan.
Ditemui di kediamannya pagi ini (27/1), Prof. Winasa menyampaikan, sebagai kader PDIP dia patuh dengan mekanisme partai. Apakah tidak kecewa karena tidak mendapatkan rekomendasi? “Kenapa mesti kecewa, sebagai kader saya mengikuti mekanisme partai, masalah ideologi tidak bisa ditawar, saya tetap kader PDIP,” ujar Prof. Winasa.
Lebih lanjut Prof. Winasa mengatakan, dari dulu dia memang tidak pernah mendapatkan rekomendasi dari PDIP. “Ketika maju jadi Bupati Jembrana, saya juga tidak mendapat rekomendasi. Ketika istri saya melamar jadi Bupati Banyuwangi juga tidak mendapat rekomendasi, tapi toh bisa jadi Bupati juga,” ujarnya.Ketika ditanya apa langkah ke depan, Prof. Winasa masih mempelajari dulu, “Hari ini kita ada pertemuan membahas hal ini,”pungkasnya. (gus)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 742 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 676 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 495 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 473 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik