Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Xi Jinping Bungkam Jurnalis Gegara Ungkap Cina Sedang Krisis Ekonomi
beritabali.com/cnnindonesia.com/Xi Jinping Bungkam Jurnalis Gegara Ungkap Cina Sedang Krisis Ekonomi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Otoritas Cina memblokir media sosial seorang jurnalis ternama karena membandingkan masalah ekonomi Negeri Tirai Bambu dengan krisis ekonomi berat yang sempat melanda dunia sekitar tahun 1920-30an atau biasa disebut great depression.
Akun Weibo Wu Xiaobo, jurnalis bisnis terkemuka dengan 4,7 juta pengikut, terpantau tertulis "dalam keadaan dilarang karena melanggar hukum dan peraturan yang relevan."
Diberitakan AFP, moderator konten di Weibo mengatakan pada Senin (26/6) bahwa mereka telah memblokir tiga pengguna terverifikasi karena "menyebarkan noda terhadap perkembangan pasar sekuritas" dan meningkatkan tingkat pengangguran.
Weibo tidak merinci tiga nama pengguna tersebut. Namun, salah satu dari mereka disebut memiliki tiga karakter nama yang dimulai dari "Wu" dan diakhiri "Bo".
Wu sejauh ini tidak menanggapi permintaan AFP untuk berkomentar.
Pada Selasa (27/7), unggahan di halaman Weibo Wu tampak ludes tak bersisa usai aktif diisi konten sejak April 2022.
Wu selama ini dikenal banyak menulis kesengsaraan ekonomi di majalah keuangan Cina, Caixin. Ia juga menulis soal tingkat kelahiran yang merosot dan meroketnya pengangguran di antara kaum muda.
Dalam salah satu tulisannya, dia membandingkan kondisi Cina saat ini dengan krisis ekonomi berat yang melanda dunia pada 1930-an.
Pada kolom lain baru-baru ini, ia juga mempertanyakan soal apakah pelonggaran moneter akan mampu "memecahkan masalah ekonomi saat ini".
Hingga Selasa, kolom-kolom ini tampak belum dihapus dari internet.
Pemulihan ekonomi Beijing pasca-Covid-19 belakangan memang mengendur. Dalam beberapa pekan terakhir, data menunjukkan perekonomian melesu yang menandakan rebound tak berjalan efektif.
Sementara itu, media domestik Cina selama ini dikendalikan oleh negara. Seiring dengan itu, otoritas kerap melakukan penyensoran di media sosial guna menekan narasi-narasi negatif atau liputan kritis.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4424 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1975 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1509 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 997 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 932 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun