Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Zelensky Bantah Kirim Drone Untuk Bunuh Putin
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membantah mengerahkan pesawat nirawak atau drone untuk membunuh Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Kami tidak menyerang Putin... Kami bertempur di wilayah kami, kami mempertahankan desa dan kota kami," kata Zelensky kepada wartawan dalam konferensi pers dengan para pemimpin Nordik di Helsinki, dikutip dari AFP, Rabu (3/5).
"Kami tidak menyerang Putin atau Moskow. Kami tidak memiliki cukup senjata untuk ini," tambahnya.
Saat ditanya tentang mengapa Moskow menuduh Kyiv, Zelensky menjawab, "Rusia tidak memiliki kemenangan."
"Dia (Putin) tidak bisa lagi memotivasi masyarakatnya dan dia tidak bisa lagi mengirim militernya untuk mati sia-sia," katanya.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan skeptis terhadap tuduhan Rusia yang mengklaim Ukraina telah melancarkan serangan drone ke Istana Kepresidenan Kremlin.
"Saya sudah melihat laporannya. Saya tidak bisa memvalidasinya, kami tidak tahu," kata Blinken di sebuah acara di Washington, dikutip dari AFP, Rabu (3/5).
Rusia mengklaim telah menembak jatuh dua pesawat nirawak atau drone Ukraina yang menargetkan Istana Kepresidenan Kremlin di Ibu Kota Moskow.
Melalui pernyataan, Kremlin menuturkan dua drone itu merencanakan serangan teroris yang diupayakan untuk membunuh Presiden Vladimir Putin.
Sejumlah video di media sosial memperlihatkan asap membumbung di atas atap Kremlin. Meski begitu, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang terkait insiden ini dan konfirmasi soal upaya pembunuhan Putin.
Menurut laporan Russia Today (RT), drone tersebut jatuh setelah Rusia mengerahkan senjata elektronik. Pihak berwenang mengatakan tidak ada korban atau kerusakan akibat insiden ini.
"Insiden ini terjadi pada Selasa malam, kedua drone itu jatuh ke lahan kompleks Kremlin di Moskow. Kami menganggap ini merupakan aksi teroris terencana dan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Rusia. Jadwal (presiden) tidak terganggu akibat insiden ini," bunyi pernyataan Kremlin.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4460 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2224 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1561 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1010 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 947 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun