Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
BI Target Pengguna QRIS di Bali 1,4 Juta
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali menargetkan jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pulau Dewata mencapai 1,4 juta pengguna. Hingga saat ini, realisasi pengguna QRIS di Bali telah mencapai sekitar 90 persen dari target tersebut.
Kepala KPwBI Bali Achris Sarwani mengatakan pengembangan pengguna QRIS di Bali terbagi dalam dua kategori, yakni pengguna dari penduduk lokal dan wisatawan internasional melalui layanan QRIS Crossborder.
"Kami membagi penggunaan menjadi dua: untuk penduduk lokal (ber-KTP Bali) namanya User QRIS, sedangkan untuk wisatawan internasional namanya QRIS Crossborder," kata Achris Sarwani, Sabtu (8/8/2026) saat event QRIS Bali Summer Run 2026 di Renon, Denpasar.
Baca juga:
Bank BPD Bali Ajak Masyarakat Nikmati Inovasi QRIS TAP & Cross-Border di QRIS Bali Summer Run 2026
Menurut Achris, pertumbuhan QRIS Crossborder menunjukkan perkembangan yang cukup tinggi. Layanan tersebut sebelumnya digunakan untuk transaksi dengan sejumlah negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand dan Singapura. Kini cakupannya bertambah dengan masuknya wisatawan dari Tiongkok, Korea dan Jepang. BI Bali mencatat nilai transaksi QRIS Crossborder selama enam bulan pertama 2026 telah mencapai lebih dari Rp14 miliar hingga Rp15 miliar.
Bali sebagai destinasi pariwisata internasional dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan transaksi pembayaran lintas negara. Achris mencontohkan penerapan QRIS di Desa Wisata Penglipuran yang memungkinkan wisatawan asal Tiongkok melakukan pembayaran menggunakan aplikasi Alipay tanpa harus menukarkan uang ke rupiah terlebih dahulu.
Baca juga:
QRIS Didorong Menjangkau Desa di Bali
"Bali sebagai destinasi internasional memiliki potensi besar. Contohnya saat kami mengenalkan QRIS di Desa Wisata Penglipuran kepada wisatawan Tiongkok; mereka bisa langsung membayar menggunakan aplikasi Alipay tanpa harus menukar uang ke Rupiah. Saldo mereka terpotong dalam Yuan, sementara pedagang menerima dalam Rupiah," jelasnya.
Secara nasional, jumlah pengguna QRIS telah mencapai sekitar 45 juta hingga 48 juta pengguna. Bali menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pengembangan transaksi QRIS Crossborder, seiring besarnya aktivitas pariwisata internasional.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Bali mendorong sosialisasi QRIS dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya menyasar masyarakat perkotaan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengatakan penggunaan QRIS diharapkan semakin meluas hingga ke wilayah perdesaan. Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) juga didorong memanfaatkan QRIS sebagai salah satu sarana pembayaran.
“QRIS jangan hanya digunakan di kota, tetapi sampai ke desa-desa. QRIS sangat mudah dan sangat memudahkan masyarakat. Kita harus terus melakukan sosialisasi,” tegasnya.
Dewa Made Indra optimistis penggunaan pembayaran digital melalui QRIS akan semakin luas seiring meningkatnya kepemilikan telepon seluler dan akses internet masyarakat.
“Saya punya keyakinan, QRIS akan menyebar luas di masyarakat. Hari ini hampir semua masyarakat sudah memiliki HP dan seluruh wilayah Bali sudah terjangkau akses internet,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4447 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2178 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1559 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1009 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 946 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun