Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Zelensky dan Biden Teleponan, Bahas Tentara Bayaran Wagner
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa ia berbincang dengan Presiden AS Joe Biden lewat telepon. Keduanya membahas percobaan pemberontakan yang dilakukan oleh tentara bayaran Wagner di Rusia.
"Saya berbicara dengan Presiden AS Joseph Biden. Pembicaran yang positif dan menginspirasi," kata Volodymyr Zelensky lewat media sosial, dilansir dari AFP, Minggu (26/6).
"Kami membahas jalannya permusuhan dan proses yang terjadi di Rusia," lanjutnya. "Dunia harus menekan Rusia sampai tatanan internasional dipulihkan."
Selain itu, Zelensky juga membahas soal bala bantuan dari AS kepada Ukraina. Pembicaraan itu terfokus pada senjata jarak jauh.
Keduanya juga berkoordinasi soal posisi Ukraina dan AS jelang pertemuan NATO di Vilnius bulan depan.
Dalam sebuah pernyataan terpisah, Gedung Putih membenarkan bahwa Joe Biden berbicara dengan Zelensky lewat telepon.
"Mereka membahas serangan balasan Ukraina yang sedang berlangsung," kata perwakilan Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters.
"Presiden Biden juga menegaskan kembali dukungan AS yang tak tergoyahkan, termasuk melalui bantuan lanjutan terkait keamanan, ekonomi, dan kemanusiaan," lanjutnya.
Selain Joe Biden, Zelensky juga berbincang dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Polandia Andrzej Duda.
Dengan Trudeau, Presiden Ukraina itu membahas "percobaan kudeta di Rusia dan dampak dari situasi ini pada jalannya permusuhan."
Sedangkan, dengan Duda, Zelensky mendiskusikan soal situasi di medan perang dan ancaman terhadap pembangkit nuklir Zaporizhzhia yang berada di Ukraina selatan. Kini, wilayah itu dikuasai oleh pasukan Rusia.
Pasukan tentara bayaran Rusia, Wagner, sebelumnya berbalik arah dengan menyerang negara beruang merah tersebut. Aksi itu terjadi setelah Wagner menuding pasukan Rusia menyerang kamp kelompok tentara bayaran tersebut.
Namun, Prigozhin mengatakan menarik mundur pasukan tentara bayarannya demi menghindari pertumpahan darah di Moskow, Rusia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4424 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1985 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1509 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 997 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 932 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun