Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Warga Selat Tewas Minum Portas
Selat
BERITABALI.COM, BULELENG.
Terbelit hutang piutang sebesar empat ratus lima puluh ribu rupiah, seorang warga Desa Selat, Kecamatan Sukasada, nekat mengakhiri hidupnya dengan meminum langsung portasium sianida atau yang dikenal dengan sebutan portas.
Kematian Nyoman Sumartana meminum portas disebabkan terbelit hutang sebanyak 450 ribu rupiah, diketahui dari surat wasiat yang ditulis korban Sumartana sebelum menemui ajalnya, Rabu pagi, di Dusun Gambuh, Desa Selat, Kecamatan Sukasada.
Kapolsektif Sukasada, Nyoman Surita memaparkan, dalam surat wasiatnya, korban mengaku susah hidup dan kematiannya karena keinginan korban sendiri, sebab tidak mampu melunasi hutang.
“Dalam pesan suratnya, korban mengaku mempunyai hutang di Sumara sebesar dua ratus ribu rupiah, dan Sukite sebesar dua ratus lima puluh ribu rupiah.†papar Surita.
Nyoman Sumartana dalam pesan tertulis dengan tinta hitam dibalik photo copy surat pengalaman kerja korban itu, juga berharap keluarganya dapat melunasi hutangnya sebelum dikuburkan sehingga tidak menjadi beban bagi dirinya di alam lain.
Dalam penanganan kasus tewasnya warga Desa Selat itu, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Polisi hanya menemukan serpihan portas yang kemudian disita sebagai barang bukti. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4369 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1475 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1282 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 966 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 902 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun