Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Disnak Gelar Penyemprotan di Jl. Yudistira
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Petugas Dinas Kesehatan dan Peternakan Denpasar hari ini (26/08)melakukan penyemprotan desifektan di rumah KS, korban suspect flu burung yang meninggal kemarin, di jalan Yudistira Denpasar. Selain penyemprotan juga digelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga.
Penyemprotan desifektan pada unggas peliharaan di lingkungan rumah korban dilakukan Petugas Dinas Kesehatan Bersama Dinas Peternakan Denpasar.Di sela ? sela penyemprotan, keluarga korban menyatakan keberatan jika almarhum KS disebut meninggal akibat dugaan flu burung.?Selama ini saudara kami tidak pernah kontak dengan ungas mati,? kata wakil keluarga korban, Nyoman Sudiantara.
Meski ada pernyataan keberatan dari keluarga korban, pemerintah Kota Denpasar tidak mau kecolongan, karena wabah flu burung sudah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa.Selain melakukan penyemprotan, petugas dinas kesehatan juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang tinggal di lingkungan rumah KS.KS, warga jalan Yudistira Denpasar, meninggal akibat gagal jantung, dengan kondisi pasu-paru mengalami radang akut.
Ia merupakan korban ke 4 yang meninggal akibat dugaan flu burung di Bali.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3859 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1939 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1695 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1545 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1518 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun