Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pemkab Tetap Larang Penjualan Ayam ke Luar Jembrana

Selasa, 28 Agustus 2007, 18:25 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Meskipun para peternak mengeluhkan sulitnya pemasaran ayam-ayam milik mereka, Pemkab Jembrana tetap melarang para peternak untuk mengirim dan menjual ayam-ayam mereka ke luar Jembrana.

 

Pasalnya, jika pemkab memberi kelonggaran terkait pengiriman ayam hidup ke luar Jembrana, dampak- dampak lebih besar dikhawatirkan kembali terjadi, tidak hanya di Jembrana melainkan juga di kabupaten lain.

Hal tersebut diungkapkan Plt. Kadis Pertanian, Kelautan, dan Kehutanan Jembrana, IGN. Sandjaja, Selasa (28/8).Sandjaja mengatakan, jika pemkab memberi izin pengiriman ayam hidup ke luar Jembrana, potensi penyebaran penyakit flu burung akan lebih besar, meskipun peternak telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

“Meskipun hasil tes kesehatan terhadap ayam-ayam itu dinyatakan sehat, tidak menutup kemungkinan ayam-ayam ini terjangkit virus di daerah lain yang terkena flu burung. Penyakit ini sulit dideteksi. Kalau demikian yang terjadi kan berat. Bukan peternak yang menanggung resikonya, tapi kami di Dinas Peternakan,” katanya.

Sandjaja menjelaskan, pihaknya tetap melarang pengiriman ayam hidup. Pengiriman tersebut dapat dilakukan jika ayam-ayam itu sudah dipotong atau berupa karkas.“Ini untuk melindungi masyarakat dari penyakit flu burung dan mengantisipasi penyebaran yang lebih luas.Agar aspek ekonomi masyarakat tidak terganggu, kami hanya mengizinkan pengiriman berupa karkas.

Dengan cara ini, kecil kemungkinannya terkena virus flu burung,” jelasnya.

 

Pemotongan ayam tersebut, tambah Sandjaja, dapat dilakukan di Koperasi Makepung. Kalaupun memang nantinya ayam-ayam tersebut tidak habis dijual atau tidak dapat dipasarkan, pihaknya menyarankan agar peternak memanfaatkan cool storage yang ada di Koperasi Makepung.
“Nantinya karkas itu akan dipasarkan secara bertahap. Hanya ini solusi yang bisa kami tawarkan untuk memfasilitasi keluhan peternak. ,” bebernya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami