Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tokoh Adat dan Kalangan Kampus Menolak

Selasa, 28 Agustus 2007, 18:19 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Wacana pembuatan lokalisasi bagi para pekerja sek komersial atau PSK di Kabupaten Buleleng, sebagai antisipasi penyebaran penyakit HIV AIDS, mengundang beragam reaksi penolakan dari tokoh adat dan kampus.

 

Menurut tokoh adat Buleleng Made Rimbawa, solusi mengatasi HIV AIDS itu sangat penting, namun untuk daerah Bali yang masih memegang pariwisata budaya, tidaklah tepat membuatkan lokalisasi PSK. ”Lebih tepat kalau solusi itu meningkatkan lapangan kerja,” tegasnya.

Penolakan yang sama juga datang dari kalangan kampus. Rektor Universitas Panji Sakti, Unipas Singaraja, Gede Made Metra mengatakan, penyakit HIV AIDS bagaikan gunung es.

 

Yang kelihatan hanya puncaknya saja, padahal yang tidak terdata sangat mungkin dalam jumlah yang sangat banyak. Namun, solusi membuatkan lokalisasi tersebut merupakan solusi yang tidak menemukan jalan keluar,” ungkapnya.


Sebelumnya, wacana pembuatan lokalisasi bagi para PSK di Buleleng, terungkap saat pansus DPRD Kabupaten Buleleng membahas rancangan peraturan daerah atau ranperda HIV AIDS. (sas)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami