Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 10 September 2026
Warga Buleleng Isyaratkan Penolakan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Wacana melokalisasi para pekerja seks komersial (PSK) ternyata tidak berumur panjang. Munculnya penolakan dari berbagai tokoh, membuat pencetus ide lokalisasi menutup wacana tersebut.
Kalau sebelumnya tokoh adat dan tokoh kampus menolak wacana lokalisasi tersebut, giliran pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan penolakan.Meski tidak secara tegas menyebutkan, namun hasil dengar pendapat antara eksekutif dengan panitia khusus atau pansus DPRD membahas ranperda HIV/AIDS, Pemkab Buleleng mengisyaratkan penolakannya.
Wakil Bupati Buleleng Made Arga Pinatih mengatakan, dari kaca mata medis, lokalisasi para PSK memang memudahkan pengawasan, namun lokalisasi tersebut bertolak belakang dengan norma-norma pembangunan Bali yang berwawasan budaya.
Kita tetap mengacu pada norma budaya dan setiap jengkal tanah di Bali memiliki arti kesucian," tegasnya di hadapan sejumlah anggota DPRD Buleleng.
Terkait munculnya penolakan tersebut, salah satu anggota pansus, Ketut Siwa, yang melempar wacana lokalisasi para PSK, saat dikonfirmasi mengaku dapat memahami masukan dan kritikan dari masyarakat.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3262 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 746 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 688 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman