Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Hak Paten Untuk Kesenian Jegog
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan pagelaran Pawai Budaya Nusantara, Sabtu (1/9). Pawai yang dibuka langsung oleh Menbudpar, Jero Wacik, tersebut diikuti 37 perserta yang terdiri dari 18 tim kesenian luar Bali, dan selebihnya dari beberapa kabupaten di Bali.
Dalam sambutannya, Jero Wacik, mengapresiasi positif dan mengaku salut terhadap Pemkab Jembrana karena telah memberi porsi lebih pada kesenian. Kesempatan tersebut juga digunakannya untuk memberikan saran kepada Pemkab Jembrana untuk mencarikan hak paten bagi kesenian jegog.
"Saat ini kesenian jegog telah dikenal luas, tidak hanya dalam skala nasional, melainkan juga dalam skala internasional. Karena itu perlu adanya pemberian hak paten bagi kesenian itu agar kesenian khas lokal Jembrana tidak diakui daerah lain. Ini hanya untuk jaga-jaga saja, " katanya.
Untuk mengusahakan pembangunan di segala bidang kehidupan, kebudayaan diharapkan selalu menjadi dasar dalam setiap upaya pembangunan itu sendiri. Pasalnya di segala bidang, sisi kebudayaanlah yang dianggap paling maju di Indonesia."Ini dapat dibuktikan dengan lirikan negara-negara maju terhadap kesenian Indonesia.
Jadi menurut hemat saya, pembangunan berbasiskan kebudayaanlah yang harus dilakukan demi mencapai kemajuan dan menambah daya tawar Indonesia kepada negara asing,"pungkasnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5490 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3474 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2310 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1114 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan