Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Joop Ave Kritik Bidang Humas Indonesia
BERITABALI.COM, BADUNG.
Mantan Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Menparpostel), Joop Ave mengritik sistem kehumasan di Indonesia baik itu di pemerintahan pusat maupun yang ada di pemerintahan daerah, yang dinilai tidak fokus serta penanganannya main-main.
Dia contohkan, seperti yang banyak dijumpai di departemen pusat maupun pemerintahan di daerah. Yakni, bagian bidang humas (hubungan masyarakat) masih banyak yang digabung dengan bagian protokol.
"Apa hubungannya (humas dan protokol, red.)? Ini bukan mainan, bukan hobi, tapi ini serius," ujarnya usai tampil sebagai keynote address pada Konferensi Regional International Public Relation Association (IPRA) 2007 di hotel Ayodya Nusa Dua, Rabu (5/9).
Menurut Joop yang kini kerap tampil sebagai pembicara di berbagai seminar, tugas bagian kehumasan saat ini masih sering ditangani setengah hati, dengan latar belakang pendidikan yang tidak sesuai."Kehumasan di departemen sering ditangani "tangan kiri", yang latar belakang pendidikannya tak sesuai dengan bidangnya, " ujarnya.
Dulu, ketika menjabat Dirjen Deparpostel, Joop mengaku pernah mengeluarkan tenaga humas,
dan menyuruhnya kuliah di jurusan komunikasi Universitas Indonesia (UI)."Dan, ketika saya jadi menteri, saya punya tenaga humas seorang doktor komunikasi. Ini bukan urusan main-main, karena bidang ini memang penting," tandas Joop.
Konferensi IPRA pertama di Indonesia ini diikuti 200 peserta perwakilan dari 21 negara. Tujuannya untuk mengembalikan kepercayaan publik internasional terhadap Indonesia.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan