Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Upaya Niskala Seimbangkan Alam
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Berbagai musibah dan bencana yang terjadi bukan hanya urusan duniawi atau sekala. Dia juga bersentuhan dengan alam niskala sehingga dalam menyikapi musibah dan wabah yang terjadi akhir-akhir ini perlu dilakukan upaya niskala.
Demikian dikatakan I B Wiana ketua FKUB ( Forum Kerukunan Umat Beragama ) saat memberikan Dharma Wecana mengawali pelaksanaan upacara Peneduh Jagat, Kamis (20/9) di Pura Jagat Natha Denpasar.
Wiana lebih jauh mengatakan, berdasarkan kalender Bali hari Kajeng Kliwon yang bertepatan dengan Sasih Kapat merupakan hari yang tepat untuk melaksanakan upacara peneduh jagat. Hal ini sesuai dengan bunyi lontar Dharma Pemaculan, lontar Roga Segara Bumi.
Dalam lontar tersebut dikatakan bahwa apabila ada ciri-ciri seperti gempa bumi, wabah penyakit, gerhana, manusia meninggal tanpa sebab, manusia tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk pada saat itu patut dilaksanakan upacara peneduh jagat.
Upacara ini dilakukan serentak oleh umat agama yang ada, untuk Umat Islam di Mesjid, Kristen di Gereja, Budha di Wihara dan Umat Hindu di Pura. Sedang untuk Kota Denpasar dipusatkan di pura Jagatnatha.
Upacara peneduh jagat ini masih terkait dengan Upacara Peneduh Jagat yang dilaksanakan Pura Besakih dan Upacara Nangluk Mrana di Pura Segara Watu Klotok oleh Pemerintah Propinsi.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5637 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2514 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2180 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2178 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan