Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Warga Kebon Sari Dilaporkan Ke Polisi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Lantaran dituding melakukan pelecehan seksual dengan memegang payudara di depan umum, warga Lingkungan Kebon Sari, Kelurahan Kampung Baru, Senin (19/11) siang terpaksa berurusan dengan polisi setelah dilaporkan ke SPK Polres Buleleng.
Peristiwa dugaan pelecehan seksual yang menimpa Nengah Sumertini, warga Kelurahan Kampung Anyar dilakukan Ketut Sunaya yang beralamat di Lingkungan Kebon Sari, Kelurahan Kampung Baru, saat melintas di Jalan Manyar Singaraja.
Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol Khaidar Latief mengungkapkan, saat peristiwa itu, korban Sumertini pulang dari berjualan, disaat melintas di Jalan Manyar, pelaku Sunaya berpapasan dengan korban, namun tiba-tiba saja berbalik dan memegang payudara korban dari belakang.
Motif aksi dugaan pelecehan seksual tersebut belum diketahui secara pasti dan polisi masih melakukan pemeriksaan secara intensif, namun diduga pelaku melakukan itu karena iseng,papar Pahumas.
Sementara dari pengakuan Nengah Sumertini saat didengarkan keterangannya, mengaku merasa dilecehkan dan diperlakukan tidak senonoh dengan perbuatan yang tidak menyenangkan itu, sehingga dilaporkan ke Polisi.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2447 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1937 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1794 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun