Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Presiden & Kabinet

Denpasar

Jumat, 7 Desember 2007, 18:57 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Sedikitnya 1000 orang petani, nelayan, seniman, aktivis lingkungan, tokoh agama, komunitas muda, dan kelompok masyarakat lainnya akan berkumpul dalam Parade Budaya untuk Keadilan Iklim pada 8 Desember 2007 ini di Lapangan Renon Denpasar.



Kelompok masyarakat ini akan menyuarakan seruan untuk kebijakan perubahan iklim yang menyelamatkan lingkungan, masyarakat adat, dan semua masyarakat yang terdampak langsung oleh pemanasan global. Mereka akan mendeklarasikan sebuah gagasan kearifan lokal untuk penyelamatan bumi di kantor DPRD Bali.


Parade Budaya untuk Keadilan Iklim ini akan berlangsung seharian. Diisi dengan rembug publik, parade budaya, panggung rakyat, dan pasar rakyat (pameran).



Rembug rakyat akan dimulai pukul 09.00 pagi di Wantilan DPRD Bali pada 8 Desember. Setiap perwakilan kelompok nelayan, petani, seniman, remaja, perempuan, perajin, dan lainnya akan menyuarakan seruannya masing-masing. Semua suara-suara untuk kebijakan perubahan ilim yang berkeadilan ini kemudian dideklarasikan.

Setelah itu, peserta bergerak ke Kantor Gubernur dan mengelilingi Lapangan Renon dalam aksi parade budaya, sebelum berkumpul di tengah lapangan Renon. Acara yang berlangsung sampai malam ini akan diisi orasi, kampanye, dan diskusi oleh seluruh elemen yang mendukung parade budaya ini.

Presiden, Wakil Presiden, dan kabinet Republik Mimpi juga akan bergabung bersama rakyat untuk kampanye keadilan iklim ini. Si Butet Yogya (SBY) dan wakil presidennya dari Tim Newsdot.com, sebuah tayangan televisi yang mengupas persoalan sosial politik secara bernas akan menyumbangkan gagasannya. Selain itu ada juga Rieke Dyah Pitaloka, Franky Sahilatua, Tantowi Yahya, dan lainnya.

Tak hanya aktivis lingkungan nasional, sejumlah komunitas internasional pun menyatakan kesertaannya dalam parade ini. Panitia juga mengantisipasi sampah yang dihasilkan dari acara besar ini dengan melakukan pengolahan sampah dengan memilahnya menjadi sampai organik dan anorganik. Lapangan Renon juga dibersihkan dari kendaraan karena pusat parkir disediakan di kantor DPRD Bali.

Parade Budaya ini adalah salah satu bagian kampanye yang digagas Kolaborasi Bali untuk Climate Change. Program lain yang telah ditawarkan dan diapresiasi di UNFCCC Nusa Dua adalah Nyepi International untuk Dunia.

Kolaborasi Bali ini terdiri dari sejumlah LSM lingkungan dan tokoh masyarakat seperti Yayasan Wisnu, Walhi Bali, PPLH Bali, Bali Organic Asociation, Pedanda Tianyar Arimbawa, Bhagawan Dwija, Nyoman Sadra, dan lainnya.

Selain itu sejumlah komunitas dan LSM non lingkungan pun terlibat seperti komunitas sepeda, green student environment, Kita Sayang Remaja (Kisara), seniman rakyat joged bumbung, anak band, dan lainnya.



Momentum ini penting karena mengambil tempat di Bali, bisa jadi sejarah Bali. Ini peluang bersuara untuk masyarakat Bali yang terkena dampak perubahan iklim. Suara-suara mereka selama ini tenggelam di riuhnya konferensi Nusa,” ujar Nyoman Sri Widhiyanti, Direktur Walhi Bali. (gus)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami