Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 18 September 2026
Sesosok Mayat Ditemukan Tertelungkup di Kuburan
Kayubuntil
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sesosok mayat manusia, Senin (14/1) ditemukan tergeletak dengan posisi tertelungkup di komplek Kuburan Islam Kayubuntil. Kontan saja penemuan mayat itu membuat gempar warga setempat.Setelah diteliti, mayat itu diketahui bernama Fahri Bob Said, warga Lingkungan Bhuwana Sari Kelurahan Kampung Baru.
Juharianto, penjaga sekolah Mandrasah Ibtidaiyah Singaraja yang menemukan Fahri Bob Said pertama kali dalam kondisi sudah meninggal dunia. Ia menuturkan sangat terkejut melihat sesosok tubuh manusia tergeletak dalam kondisi telungkup saat membersihkan lingkungan sekolah yang bersebelahan dengan Komplek Kuburan Islam di Kayubuntil.
“Pada waktu itu saya mau bersih-bersih di halaman belakang sekolah, terus saat mau pulang saya lihat ada orang tertelungkup dan tidak bergerak-gerak. Ketika saya dekati, sudah tidak bernyawa,“ ungkap Juharianto.
Setelah dilakukan olah lokasi peristiwa, tubuh korban Fahri Bob Said dibawa ke RSUD Kabupaten Buleleng untuk menyelidiki penyebab kematiannya. Namun dari hasil pemeriksaan medis dan olah lokasi peristiwa belum memberikan hasil yang akurat.
Sementara, dari data yang dihimpun menyebutkan, Fahri Bob Said selama hidupnya menderita sakit paru-paru. Bahkan, korban disebutkan gemar mengkonsumsi minuman keras. Polisi akhirnya menyimpulkan kematian Fahri Bob Said tersebut diakibatkan karena penyakit yang dideritanya. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5560 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3487 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2345 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan