Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Bulog Bali Gelontor 355 Ton Beras OPK
Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menyikapi lonjakan harga beras yang terjadi belakangan ini, Badan Urusan Logistik (Bulog) Bali menggelar operasi pasar khusus (OPK). Jumlah beras yang sudah didistribusikan sebanyak 355 ton ke tiga kabupaten.
Kepala Perusahaan umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Bali, Kiki Partini mengatakan, ketiga kabupaten itu, adalah Buleleng sebanyak 13,650 ton, Karangasem 133 ton, dan Klungkung 84,5 ton. Pendistribusian beras ini berakhir Selasa (15/1) hari ini.
“Pelaksanaan OPK itu tergantung dari permintaan pemerintah kabupaten/kota,” ujar Kiki saat dihubungi di Renon, Selasa (15/1). Jika tidak ada permintaan, maka Bulog tidak melaksanakannya.
Selain OPK, kata Kiki, sebelumnya pada akhir Desember hingga awal Januari, selama sepuluh hari, pihaknya juga melakukan operasi stabilisasi harga beras (OSHB). Untuk kegiatan ini murni inisiatif Bulog, tanpa harus ada permintaan pemda. Tujuanya untuk stabilisasi harga.
Pada operasi ini didistribusikan sebanyak 58 ton menyasar sejumlah pasar-pasar grosir di Denpasar, seperti pasar Badung, Kreneng, dan Sanglah. Jenis beras yang didistribusikan pada OSHB ini adalah beras impor dari Thailand dan Vietnam, dihargakan Rp 4.750/kg. (sss)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2011 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun