Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Penutupan Galian C Klungkung
Dawan
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Pertimbangan ditutupnya tambang Galian C di Kabupaten Klungkung dilihat dari parahnya kerusakan lingkungan sekitar lokasi yang rawan akan bencana. Namun, penutupan tambang pasir ini juga membawa dampak bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya di tambang ini.
Kepala Desa Gunaksa, Made Dana, membenarkan penutupan tambang tersebut. Menurutnya, kerusakan lingkungan di daerahnya sudah cukup parah. Terlebih lagi, kini tinggi daerah pertambangan berada tiga meter di bawah permukaan laut, sehingga sangat rawan akan bencana alam.
Baca juga:
Perusahaan Baim Wong Daftarkan Merek
“Sebenarnya ijin penambangan di daerah ini sudah berakhir sejak 1998 lalu. Tetapi para penambang tetap saja beroperasi, karena mereka memang menggantungkan hidupnya di sana. Masyarakat yang sekarang menambang biasanya main kucing-kucingan dengan Pol. PP,” jelas Dana.Namun demikian, Dana tidak mau menyalahkan perilaku warganya. Pasalnya, 30% warganya menggantungkan hidupnya di tambang ini. “Kalau sudah urusan perut, ya susah dilarang,” tambah Dana.
Salah satu penambang pasir yang enggan menyebutkan namanya, mengaku resah dengan ditutupnya tambang tersebut. Pasalnya, Ia bingung harus mencari nafkah kemana lagi.“Saya bingung harus cari makan dimana lagi, karena selama ini saya dan keluarga menggantungkan hidup disini,” keluhnya. (psk)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 409 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 359 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 307 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun