Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Laptop Sekolah Dirusak, Akreditasi SDN 3 Antiga Kelod Terancam Terganggu

Jumat, 18 September 2026, 14:57 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Laptop Sekolah Dirusak, Akreditasi SDN 3 Antiga Kelod Terancam Terganggu.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Aksi perusakan terhadap delapan unit laptop inventaris milik SD Negeri 3 Antiga Kelod kini berdampak pada sejumlah agenda penting sekolah. Persiapan akreditasi hingga pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa kelas VI ikut terdampak akibat kerusakan perangkat tersebut.

Kepala SDN 3 Antiga Kelod, Ni Nyoman Budi Parwati, mengatakan proses belajar mengajar pascakejadian masih berjalan seperti biasa. Para guru tetap melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan buku fisik sebagai acuan utama. Namun, persoalan muncul pada administrasi dan data sekolah yang tersimpan di dalam laptop yang mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena SDN 3 Antiga Kelod dijadwalkan mengikuti proses akreditasi pada akhir September 2026. Tim asesor rencananya turun melakukan penilaian pada 24 hingga 30 September 2026.

“Dampak yang paling terasa karena bulan ini kami akan mengikuti akreditasi sekolah. Data-data yang akan dinilai ada pada laptop itu,” ujar Budi Parwati, Jumat (18/9/2026).

Sekolah kini berpacu dengan waktu untuk kembali menyiapkan berbagai data yang dibutuhkan dalam proses akreditasi. Sementara itu, kondisi penyimpanan data pada delapan laptop tersebut belum diketahui, termasuk apakah data di dalamnya masih aman atau ikut mengalami kerusakan.

Pihak sekolah sebenarnya berencana memeriksa hard disk untuk memastikan kemungkinan data masih dapat diselamatkan. Namun, pemeriksaan belum dapat dilakukan karena seluruh laptop masih berada di Polsek Manggis untuk kepentingan penyelidikan kasus.

Apabila data tidak dapat dipulihkan, pihak sekolah harus membuat ulang berbagai dokumen dan data administrasi yang diperlukan untuk proses akreditasi.

“Kalau untuk solusi terkait data-data yang ada di laptop, kami harus kembali membuat ulang data-data sekolah. Rencananya kami mau mengecek hard disk laptop apakah masih dalam kondisi bagus atau rusak, namun semua laptop masih di Polsek,” ungkapnya.

Dampak perusakan laptop juga berpotensi berlanjut pada pelaksanaan TKA siswa kelas VI. Kegiatan tersebut membutuhkan perangkat laptop yang dapat digunakan siswa.

“Untuk ke depannya juga tentunya akan sangat berdampak pada pelaksanaan TKA siswa kelas VI. Kegiatan TKA memerlukan laptop untuk digunakan siswa kelas VI,” ujarnya.

Selain mendukung pelaksanaan TKA, laptop selama ini menjadi salah satu perangkat yang digunakan guru dalam menunjang proses pembelajaran. Dengan delapan laptop sekolah mengalami kerusakan, aktivitas pembelajaran kini lebih banyak mengandalkan buku fisik.

Pihak sekolah juga berupaya menggunakan laptop pribadi milik guru. Namun, jumlah perangkat tersebut sangat terbatas karena tidak seluruh guru memiliki laptop.

Sementara itu, pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus perusakan delapan laptop tersebut. Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka untuk mengungkap pelaku maupun motif di balik aksi perusakan tersebut.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami