Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 28 Juni 2026
Diskes Siapkan ‘Jurus Ampuh’ PSN
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Berdasarkan data pasien yang masuk RSUD Kabupaten Buleleng hingga Sabtu (26/1), tercatat tiga kecamatan di Kabupaten Buleleng rawan penyakit Demam Berdarah (DB), sehingga Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng tengah menyiapkan ‘jurus ampuh’ pembersihan sarang nyamuk disingkat PSN.
“Ada tiga kecamatan kita tetapkan sebagai rawan Demam Berdarah yakni, Kecamatan Buleleng, Kecamatan Seririt dan Kecamatan Gerokgak dengan mengacu pada jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Dr. Made Pustaka.
Tingkat kerawanan terhadap kasus DB di Tiga kecamatan tersebut disebabkan kondisi lingkungan setempat padat pemukiman, genangan air selokan serta informasi tentang penanganan dini terhadap penyakit DB yang kurang memadai, menjadi penyebab berkembangnya kasus DB.
Baca juga:
Perusahaan Baim Wong Daftarkan Merek
“Biasanya lokasi paling subur bagi nyamuk penyebab DB itu ada pada genangan air bersih. Terkadang, halaman kita bersih, sementara di tetangga ada jentik nyamuk penyebab DB, bisa jadi kita ikut kena,” ujar Pustaka.Menyikapi kondisi Buleleng yang rawan dengan DB terutama di tiga kecamatan itu, Dinas Kesehatan, telah membentuk jaringan keseluruh rumah sakit hingga ke Puskesmas, guna mendapatkan informasi munculnya kasus DB secara dini.
“Kalau ada informasi kemunculan DB, kami tugaskan staf di Puskesmas terdekat datang ke alamat pasien untuk mengecek kondisi setempat. Bila dilokasi ditemukan ada 10 orang mengalami panas yang sama, kami segera lakukan fogging, karena fogging sifatnya sementara yang harus dilakukan masyarakat secara serentak dengan PSN, Pembersihan Sarang Nyamuk,” tegas Pustaka.
Melalui gerakan PSN dengan pola Tiga M Plus, yaitu menutup, menguras dan menimbun ditambah dengan mengantisipasi nyamuk aedes agepty dengan mengunakan obat nyamuk dan memasang kelambu diharapkan mampu mengurangi perkembangbiakan nyamuk aedes agepty tersebut. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun